Orang tua dan anak pasti akan mengalami satu pertarungan dalam hidup ini.\nJika anak menang, keluarga akan harmonis.\nJika orang tua menang, anak akan meninggal. Inilah kenyataan.\n\nMenahan serangan anak,\nMenunggu anak secara mental menyelesaikan hubungan dengan orang tua,\nDan dengan rela mengaku kalah,\nMembiarkan diri sendiri menjadi batu loncatan bagi anak.\nKognisi tingkat tinggi\n\nKetika kamu tidak lagi membutuhkan siapa pun untuk menebus dirimu,\nKamu akan menjadi utuh.\nKetika kamu tidak lagi perlu menebus siapa pun,\nKamu akan menjadi bebas.\n\nPembunuhan secara mental terhadap ayah\nMengacu pada tidak lagi menyembah otoritas,\nIndividu menuju kemandirian,\nMewujudkan jiwa pribadi.\n\nPembunuhan secara mental terhadap ibu\nBerarti tidak lagi terikat pada simbiosis,\nTidak lagi memikul tugas dan sebab-akibat dari ibu,\nDalam hati tidak ada rasa bersalah.\n\nMenyelesaikan dua peningkatan spiritual ini,\nHanya tersisa diri yang ringan dan gesit.\nDalam semua hubungan, dan di luar semua hubungan,\nSeorang diri berdiri di antara langit dan bumi,\nSendirian dan dingin,\nNamun penuh kekuatan dan megah,\nLuas dan jauh
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Orang tua dan anak pasti akan mengalami satu pertarungan dalam hidup ini.\nJika anak menang, keluarga akan harmonis.\nJika orang tua menang, anak akan meninggal. Inilah kenyataan.\n\nMenahan serangan anak,\nMenunggu anak secara mental menyelesaikan hubungan dengan orang tua,\nDan dengan rela mengaku kalah,\nMembiarkan diri sendiri menjadi batu loncatan bagi anak.\nKognisi tingkat tinggi\n\nKetika kamu tidak lagi membutuhkan siapa pun untuk menebus dirimu,\nKamu akan menjadi utuh.\nKetika kamu tidak lagi perlu menebus siapa pun,\nKamu akan menjadi bebas.\n\nPembunuhan secara mental terhadap ayah\nMengacu pada tidak lagi menyembah otoritas,\nIndividu menuju kemandirian,\nMewujudkan jiwa pribadi.\n\nPembunuhan secara mental terhadap ibu\nBerarti tidak lagi terikat pada simbiosis,\nTidak lagi memikul tugas dan sebab-akibat dari ibu,\nDalam hati tidak ada rasa bersalah.\n\nMenyelesaikan dua peningkatan spiritual ini,\nHanya tersisa diri yang ringan dan gesit.\nDalam semua hubungan, dan di luar semua hubungan,\nSeorang diri berdiri di antara langit dan bumi,\nSendirian dan dingin,\nNamun penuh kekuatan dan megah,\nLuas dan jauh