Perubahan destruktif ekonomi global tahun 2026: Penolakan teknologi meramalkan lonjakan harga tembaga, resesi minyak, dan kebangkitan aset kripto baru

Di tengah cuaca hangat Texas dengan suhu 70°F (21°C) di awal tahun baru, empat investor utama Silicon Valley sedang menggambar peta ekonomi tahun 2026. Pembawa acara All-In Podcast—investor awal Uber dan Robinhood Jason Calacanis, miliarder yang dikenal sebagai raja SPAC Chamath Palihapitiya, David Friedberg yang terkenal dengan wawasan ilmiahnya, dan penasihat kebijakan AI dan kripto pemerintah AS David Sacks—menghadirkan proyeksi ekonomi 2026 yang dirangkum dalam tiga pilar: inovasi teknologi, kejutan regulasi, dan restrukturisasi industri.

Berdasarkan analisis mereka, tahun 2026 bukan hanya tentang kemajuan teknologi, melainkan awal dari skenario ‘mengganggu’ yang secara fundamental merombak tatanan ekonomi yang ada. Terutama pergerakan modal, ketidakseimbangan pasokan bahan baku, dan munculnya aset kripto akan saling terkait, berpotensi mengubah strategi portofolio investor global secara drastis.

Krisis Pajak Kekayaan di California: Tanda Pelarian Modal

Fenomena pertama yang menarik perhatian adalah prediksi bahwa perdebatan tentang pajak kekayaan (wealth tax) di California akan menjadi isu utama tahun 2026. Saat ini, kekayaan orang kaya di California sedang keluar, dan total kekayaan bersih dari mereka yang sudah pergi diperkirakan mencapai sekitar 500 miliar dolar. Jika termasuk mereka yang masih mempertimbangkan pindah, setengah dari aset kena pajak di anggaran California bisa keluar dari negara bagian.

Jika RUU pajak kekayaan ini diputuskan dalam voting April, besar kemungkinan akan terjadi pelarian modal besar-besaran karena ketakutan. Terutama bagi pendiri startup yang harus membayar 5% dari saham tidak likuid yang mereka miliki sebagai pajak, meskipun nilai perusahaan mereka anjlok tahun berikutnya, utang pajak mereka tidak otomatis hilang. Lebih rumit lagi, ada ketentuan hak suara super (super voting rights). Saham pemegang hak suara super akan dinilai ulang berdasarkan faktor pengganda hak suara, sehingga aset yang sebenarnya bisa dikenai pajak lebih dari 5 kali lipat. Misalnya, pendiri Google yang memegang 52% hak suara bisa dikenai pajak dengan tarif jauh lebih tinggi (dari nominal 5% menjadi 25-50%).

Data pasar prediksi Polymarket menunjukkan peluang RUU pajak kekayaan untuk masuk voting telah melonjak dari 45% menjadi 80%, dan kemungkinan disahkan diperkirakan sekitar 40%. Risiko kebijakan ini diperkirakan akan mendorong pengusaha dan modal ke negara bagian lain seperti Texas dan Florida.

Industri Baru yang Muncul di 2026: Tembaga, AI Robot, dan Kembalinya IPO

Dalam perubahan struktur ekonomi, beberapa industri dan aset diperkirakan akan mengalami pertumbuhan eksponensial.

Kebangkitan Tembaga: Komoditas yang paling diperhatikan di 2026 adalah tembaga. Dalam konteks proteksionisme global yang semakin dalam dan penguatan ketahanan ekonomi nasional, analisis menunjukkan bahwa ketidakseimbangan pasokan bahan utama ini sangat undervalued. Tembaga adalah bahan yang paling berguna, murah, fleksibel, dan konduktif, digunakan secara luas mulai dari pusat data, chip semikonduktor, hingga sistem persenjataan. Dengan tren pasokan saat ini, kekurangan global tembaga diperkirakan mencapai sekitar 70% hingga 2040, sehingga potensi pertumbuhan perusahaan tambang dan terkaitnya sangat tinggi.

AI dan Robot Otomatisasi: Amazon diprediksi akan menjadi pelopor inovasi industri di 2026. Anak perusahaan robotik mereka, Zoox, berjalan lancar, dan pusat distribusi Amazon di Austin sudah menerapkan sistem pengiriman hari yang sama, didukung oleh gudang otomatis besar dan jaringan robot canggih. Dalam istilah Jason, ini disebut “kondisi singularitas korporat” (corporate singularity), di mana robot akan memberikan manfaat melebihi tenaga kerja manusia, menjadi contoh pertama skala besar.

Kebangkitan Pasar IPO: 2026 diperkirakan akan menjadi tahun kebangkitan IPO. Setelah tren penurunan jumlah perusahaan yang terdaftar dan perusahaan yang keluar dari pasar, tahun ini akan melihat ratusan ribu perusahaan berhasil go public, menciptakan kapitalisasi pasar baru bernilai triliunan dolar. Ini bagian dari gelombang ‘Trump Boom’, di mana pelonggaran regulasi dan stimulasi ekonomi mendorong pembukaan kembali pasar modal.

Perluasan Platform Prediksi: Polymarket mulai bekerja sama dengan NYSE, bertransformasi dari pasar niche menjadi platform yang menawarkan wawasan strategis. Pada 2026, diharapkan bursa utama seperti Robinhood, Coinbase, dan Nasdaq akan menambahkan fitur pasar prediksi, yang akan berkembang dari sekadar platform perdagangan menjadi sumber berita dan analisis.

Industri yang Terancam di 2026: Krisis Struktural SaaS dan Bayang-Bayang Regulasi

Di sisi lain, beberapa industri akan menghadapi tantangan besar.

Kejenuhan Industri SaaS: Industri lisensi SaaS (sekitar 3-4 triliun dolar per tahun) akan menghadapi tantangan serius. Saat ini, 90% pendapatan berasal dari dua tahap: pemeliharaan dan migrasi. Namun, kemajuan AI dan teknologi akan mempercepat penurunan peluang ekonomi di kedua tahap ini. Perusahaan seperti ServiceNow, Workday, dan DocuSign sudah mengalami penurunan harga saham sejak 2025, menandai perubahan struktural ini. Perusahaan akan tetap membutuhkan perangkat lunak, tetapi pendapatan tambahan akan menurun drastis, memperburuk kinerja keuangan perusahaan SaaS yang terdaftar.

Krisis Pendanaan Pemerintah Negara Bagian: Pemerintah negara bagian di AS diperkirakan akan menghadapi kesulitan pendanaan besar. Kasus pemborosan, penipuan, dan penyalahgunaan yang semakin terbuka akan menimbulkan keraguan terhadap kemampuan pembayaran jangka panjang. Lebih parah lagi, utang pensiun yang belum terealisasi akan muncul ke permukaan pada 2026, menimbulkan kekhawatiran bahwa ada lubang hitam di keuangan negara bagian, yang bisa menurunkan peringkat kredit obligasi negara bagian.

Penurunan Sistematis California: Bayang-bayang pajak kekayaan dan regulasi ketat akan mendorong bisnis dan modal keluar dari California. Ini bukan sekadar perpindahan perusahaan, tetapi bisa berkembang menjadi fenomena ‘hollowing out’ (pengosongan ekosistem).

Krisis Pekerjaan untuk Generasi Muda: Otomatisasi AI akan menggantikan pekerjaan tingkat dasar, mengurangi peluang kerja bagi lulusan baru. Banyak perusahaan menyadari bahwa otomatisasi AI lebih efisien daripada pelatihan karyawan baru. Namun, ini tidak hanya karena AI, tetapi juga faktor budaya. Beberapa CEO berpendapat bahwa generasi Z yang baru lulus cenderung kurang motivasi, kurang kemampuan organisasi, dan kurang kemampuan eksekusi, yang mungkin merupakan efek dari pandemi COVID-19 atau perubahan budaya yang lebih dalam.

Inti Inovasi Teknologi di 2026: Asisten Koding dan Evolusi Penggunaan Alat

Kemajuan teknologi paling penting di 2026 diperkirakan akan terjadi di bidang asisten koding (coding assistants) dan penggunaan alat (tool use). Seperti munculnya ChatGPT pada akhir 2022 yang memulai era AI generatif, saat ini semangat di bidang asisten koding meningkat pesat dan akan menjadi bidang yang semakin penting. Perubahan produktivitas pengembangan perangkat lunak akan langsung mempengaruhi efisiensi perusahaan dan akhirnya mendorong restrukturisasi industri.

Geopolitik Baru dan Munculnya Aset Kripto Baru

Dari segi geopolitik, 2026 diperkirakan akan menjadi tahun penentu. Kondisi ekonomi dan politik yang matang untuk penyelesaian konflik Rusia-Ukraina akan berdampak besar pada pasar energi dan bahan baku. Sementara itu, restrukturisasi geopolitik industri semikonduktor sedang berlangsung, dengan Huawei dan SMIC berupaya masuk ke industri semikonduktor secara agresif, dan diperkirakan akan melampaui ekspektasi Barat di 2026.

Dalam inovasi teknologi dan restrukturisasi industri, muncul aset kripto baru yang akan menonjol. Stablecoin dolar, token berbasis prediksi pasar, dan aset berbasis blockchain yang mencerminkan ketahanan ekonomi nasional akan menjadi target investasi utama di 2026.

Kesimpulan: 2026, Ekonomi yang Berubah Seperti Cuaca Fahrenheit

Tatanan ekonomi tahun 2026 akan menjadi tahun penuh perubahan, di mana teknologi disruptif, restrukturisasi, dan peluang baru berlangsung bersamaan. Kekurangan pasokan tembaga akan memicu lonjakan harga bahan baku, otomatisasi AI dan robot akan mengubah industri, krisis struktural SaaS dan munculnya aset kripto baru akan mempercepat perubahan, memaksa kita untuk merombak seluruh logika investasi dan model bisnis. Ketidakpastian kebijakan di California dan ketegangan geopolitik akan memperumit lagi perubahan ini.

Para investor top Silicon Valley sepakat bahwa tahun 2026 akan membagi mereka yang tidak siap dan yang mampu beradaptasi cepat. Menemukan lingkungan investasi yang nyaman seperti suhu 70°F di Texas penting, tetapi kemampuan membaca sinyal pasar dan menyesuaikan portofolio secara cepat akan menjadi kunci keberhasilan di 2026.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)