Secara historis, pergerakan Bitcoin kerap menunjukkan korelasi terbalik dengan DXY. Saat dolar melemah, likuiditas global cenderung membaik dan minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto, meningkat.
Analis menilai kondisi dolar yang melemah dapat menjadi faktor pendukung bagi Bitcoin dalam jangka menengah. Selain menurunkan daya tarik aset berbasis dolar, pelemahan ini juga mendorong investor mencari alternatif penyimpan nilai di luar sistem fiat.
Namun, dampaknya tidak selalu bersifat instan. Beberapa analis mencatat bahwa penguatan yen berpotensi memicu volatilitas jangka pendek, terutama karena besarnya eksposur pasar terhadap yen carry trade.
Meski begitu, dalam perspektif lebih panjang, dolar yang terus tertekan kerap menciptakan lingkungan yang kondusif bagi aset digital.
Kesimpulan Turunnya DXY ke level terendah dalam empat bulan mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap dolar AS, baik dari sisi fundamental maupun teknikal.
Bagi pasar kripto, kondisi ini menjadi sinyal makro yang patut dicermati, mengingat hubungan historis antara pelemahan dolar dan meningkatnya minat terhadap Bitcoin.
Meski risiko volatilitas tetap ada, terutama dalam jangka pendek, arah pergerakan dolar dalam beberapa pekan ke depan berpotensi memainkan peran penting dalam menentukan sentimen pasar kripto sepanjang 2026.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa Artinya bagi Bitcoin dan Pasar Kripto?
Secara historis, pergerakan Bitcoin kerap menunjukkan korelasi terbalik dengan DXY. Saat dolar melemah, likuiditas global cenderung membaik dan minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto, meningkat.
Analis menilai kondisi dolar yang melemah dapat menjadi faktor pendukung bagi Bitcoin dalam jangka menengah. Selain menurunkan daya tarik aset berbasis dolar, pelemahan ini juga mendorong investor mencari alternatif penyimpan nilai di luar sistem fiat.
Namun, dampaknya tidak selalu bersifat instan. Beberapa analis mencatat bahwa penguatan yen berpotensi memicu volatilitas jangka pendek, terutama karena besarnya eksposur pasar terhadap yen carry trade.
Meski begitu, dalam perspektif lebih panjang, dolar yang terus tertekan kerap menciptakan lingkungan yang kondusif bagi aset digital.
Kesimpulan
Turunnya DXY ke level terendah dalam empat bulan mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap dolar AS, baik dari sisi fundamental maupun teknikal.
Bagi pasar kripto, kondisi ini menjadi sinyal makro yang patut dicermati, mengingat hubungan historis antara pelemahan dolar dan meningkatnya minat terhadap Bitcoin.
Meski risiko volatilitas tetap ada, terutama dalam jangka pendek, arah pergerakan dolar dalam beberapa pekan ke depan berpotensi memainkan peran penting dalam menentukan sentimen pasar kripto sepanjang 2026.