Ketika Satu Kecoa Muncul: Risiko Tersembunyi di Balik Ledakan Pasar 2025

Tahun 2025 dimulai dengan reli spektakuler dan taruhan dengan keyakinan tinggi yang tampaknya ditakdirkan untuk membuahkan hasil. Dari token cryptocurrency bermerek Trump hingga saham pertahanan Eropa, dari lonjakan 70% pasar saham Korea Selatan hingga short obligasi pemerintah Jepang yang akhirnya berhasil—pasar memberikan keuntungan yang mencengangkan dan pembalikan yang menghancurkan. Tetapi di balik headline trader yang menang dan posisi yang hancur, tersembunyi sebuah kebenaran yang lebih mengganggu yang harus dikhawatirkan investor: keberadaan krisis kredit kecil yang muncul secara emergen sering menjadi indikator utama dari masalah yang jauh lebih besar di depan. Seperti yang diperingatkan CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon pada bulan Oktober, “Ketika Anda melihat satu kecoa, kemungkinan besar ada banyak lagi yang bersembunyi di bayang-bayang.”

Pola Boom-and-Bust: Hype Politik Bertemu Leverage yang Tidak Berkelanjutan

Tahun dimulai dengan investor yang tampaknya telah menemukan rumus yang tak terkalahkan: bertaruh pada apa saja yang terkait dengan siklus politik dan narasi yang muncul. Kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih memicu lonjakan langsung dalam aset cryptocurrency bermerek Trump. Dalam beberapa jam setelah pelantikan, Trump meluncurkan meme coin dan mempromosikannya di media sosial; Ibu Negara Melania mengikuti dengan token miliknya sendiri; World Liberty Financial, yang terkait dengan keluarga Trump, meluncurkan token WLFI untuk investor ritel. Pada bulan September, Bitcoin Amerika go public melalui merger, memanfaatkan momentum crypto-Trump.

Setiap peluncuran memicu reli singkat. Tetapi pada akhir Desember 2026, meme coin Trump telah runtuh lebih dari 80% dari puncaknya di Januari, dengan harga saat ini sekitar $4.81. Coin Melania bahkan lebih buruk, jatuh sekitar 99% menjadi hanya $0.17. WLFI turun ke $0.16. Harga saham Bitcoin Amerika anjlok sekitar 80% dari puncaknya di September. Ini bukan kegagalan yang terisolasi—mereka adalah gejala dari masalah yang lebih dalam: strategi yang sepenuhnya dibangun di atas leverage dan momentum daripada nilai fundamental tidak dapat bertahan dari pembalikan keyakinan yang tak terelakkan. Seperti yang dicatat seorang analis saat itu, politik dapat memicu kegembiraan jangka pendek, tetapi tidak dapat memberikan perlindungan jangka panjang.

Sektor perdagangan kecerdasan buatan (AI) menunjukkan kerentanan serupa. Ketika legenda short-seller Michael Burry mengungkapkan pada bulan November bahwa Scion Asset Management memegang opsi put bearish pada Nvidia dan Palantir—harga strike 47% dan 76% di bawah harga pasar masing-masing—itu mengungkapkan fondasi rapuh di mana ledakan AI telah dibangun. Pengungkapan Burry memicu keraguan langsung: jika seseorang sekelas dia bertaruh melawan favorit sektor ini, mungkin valuasi tinggi dan pengeluaran modal besar-besaran sebenarnya tidak berkelanjutan. Nvidia awalnya anjlok, meskipun kemudian pulih, menegaskan pola penting: begitu keyakinan pasar goyah, bahkan narasi terkuat pun bisa berbalik secara dramatis.

Paradoks “Sukses”: Ketika Premium Menjadi Kewajiban

MicroStrategy karya Michael Saylor menawarkan contoh lain yang jelas tentang bagaimana leverage dan rekayasa keuangan menciptakan kerentanan berbahaya. Sepanjang 2025, saat harga Bitcoin melonjak, harga saham MicroStrategy naik lebih cepat lagi, diperdagangkan dengan premi berlebihan terhadap kepemilikan Bitcoin-nya. Short-seller Jim Chanos menyadari peluang ini: pada bulan Mei, dia secara terbuka mengumumkan bahwa dia melakukan short terhadap MicroStrategy sambil long Bitcoin, langsung memicu debat publik dengan Saylor.

Pada Juli, MicroStrategy mencapai rekor tertinggi, naik 57% dari awal tahun, dengan premi terlebar. Tetapi saat harga cryptocurrency memperbaiki dari puncaknya dan pesaing—“perusahaan kas aset digital”—berkembang biak, rumusnya berbalik. Dari pengumuman Chanos di November bahwa dia “menjual semuanya,” saham MicroStrategy anjlok 42%. Perdagangan yang dibangun Saylor berdasarkan kepercayaan dan leverage keuangan telah menjadi kisah peringatan: neraca keuangan membesar selama periode keyakinan, dan inflasi itu bergantung sepenuhnya pada apresiasi harga berkelanjutan dan sentimen positif. Ketika keyakinan goyah, keunggulan kompetitif masa lalu menjadi kewajiban hari ini.

Penampakan Kecoa: Krisis Kecil Menandakan Kerentanan Sistemik

Pasar kredit 2025 tidak runtuh dalam satu momen dramatis—melainkan mengungkapkan retakan berbahaya melalui serangkaian default yang seharusnya “terisolasi.” Pertimbangkan trajektori ini: Saks Global merestrukturisasi obligasi sebesar $2,2 miliar setelah hanya melakukan satu pembayaran bunga, dengan obligasi yang direstrukturisasi kini diperdagangkan di bawah 60% dari nilai nominalnya. Obligasi konversi baru dari New Fortress Energy kehilangan lebih dari 50% nilainya dalam satu tahun. Tricolor dan First Brands kehilangan miliaran nilai utang dalam hitungan minggu.

Yang membuat krisis ini sangat mengkhawatirkan bukanlah ukuran individualnya, tetapi apa yang mereka ungkapkan: bertahun-tahun standar pinjaman yang melemah. JPMorgan Chase dan pemberi pinjaman besar lainnya gagal menemukan bahwa First Brands dan Sancheez terlibat dalam “double-collateralization” dan “penggabungan jaminan untuk beberapa pinjaman”—bendera merah yang seharusnya terdeteksi dalam proses underwriting dasar. Bahkan yang lebih mengkhawatirkan, institusi besar telah melakukan taruhan kredit besar pada perusahaan yang hampir tidak menunjukkan kemampuan untuk membayar utangnya.

Peringatan Jamie Dimon tentang kecoa bukan sekadar bahasa warna-warni—itu pengakuan bahwa syarat pinjaman yang longgar, kebijakan moneter longgar, dan basis kreditur yang tersebar telah menciptakan lingkungan di mana standar kredit telah memburuk di bawah ambang minimum. Ketika lembaga pemberi pinjaman gagal mengidentifikasi pelanggaran yang jelas seperti aset yang dijaminkan ganda, pertanyaan beralih dari “Apakah ada masalah lain yang akan datang?” menjadi “Berapa banyak lagi yang bersembunyi di bayang-bayang?”

Ilusi Sukses di Pasar Berkembang

Indeks Kospi Korea Selatan melonjak lebih dari 70% di tahun 2025, dengan mudah mengungguli pasar saham global. Narasinya menarik: kebijakan pro-pasar, lonjakan investasi asing dalam perdagangan terkait AI, dan pemerintah yang secara aktif menargetkan level “5.000 poin Kospi.” Bank-bank Wall Street termasuk JPMorgan dan Citigroup mulai mendukung target ini sebagai yang dapat dicapai pada 2026.

Namun di balik perayaan keuntungan ini tersimpan detail yang mengganggu: investor ritel domestik Korea Selatan tetap menjadi penjual bersih sepanjang reli. Mereka mengalirkan rekor $33 miliar ke pasar saham AS, mengejar taruhan risiko lebih tinggi pada cryptocurrency dan ETF leverage luar negeri. Modal mengalir keluar, bukan masuk. Won Korea mengalami tekanan. Divergensi ini harus membuat pasar khawatir—ketika modal asing mendorong reli besar sementara investor domestik memilih keluar, itu menunjukkan reli tersebut mungkin tidak memiliki fondasi yang berkelanjutan.

Saham Pertahanan Eropa: Mengubah Risiko Rebranding Menjadi Keutamaan

Perubahan lanskap geopolitik memicu pergeseran posisi manajer aset yang luar biasa. Saham pertahanan Eropa—yang lama dianggap “beracun” oleh dana yang berfokus ESG—tiba-tiba menjadi tren. Rheinmetall Jerman melonjak sekitar 150% tahun ini, sementara Leonardo Italia melompat lebih dari 90%. Pemicu utamanya bukan prospek bisnis yang membaik; melainkan urgensi geopolitik dan rebranding yang nyaman: pertahanan kini bisa dipresentasikan sebagai “kebaikan publik” daripada kewajiban ESG.

Pergeseran ini sendiri patut diwaspadai. Manajer aset dengan cepat membalik posisi bukan karena kondisi fundamental telah berubah, tetapi karena narasi telah bergeser. Leverage yang sama, mentalitas kawanan, dan aliran modal berbasis momentum yang menjadi ciri reli tahun 2025 kini mengalir ke pertahanan. Dan seperti reli lainnya, aliran ini akhirnya akan berbalik—kemungkinan saat situasi geopolitik stabil atau saat keinginan publik untuk pengeluaran militer menjadi tidak politis lagi.

Obligasi Jepang: “Widow Maker” Menjadi “Rainmaker”—Lalu Apa?

Selama beberapa dekade, shorting obligasi pemerintah Jepang adalah cara favorit trader untuk kehilangan kekayaan. Kebijakan moneter Bank of Japan yang tak kenal lelah berarti hasil tetap terkonsentrasi meskipun beban utang negara Jepang besar. Itu akhirnya berubah di tahun 2025.

Per Desember 2025, hasil obligasi pemerintah Jepang 10 tahun melampaui 2%, mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade. Hasil obligasi 30 tahun naik lebih dari 1 poin persentase ke rekor baru. Indeks Pengembalian Obligasi Pemerintah Jepang Bloomberg turun lebih dari 6% tahun ini, menjadi pasar obligasi utama dengan kinerja terburuk secara global. Pemicunya jelas: kenaikan suku bunga Bank of Japan dan “rencana pengeluaran terbesar pasca-pandemi” oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Tapi di sinilah konsep kecoa berlaku: jika Jepang—yang tampaknya memiliki kemampuan unik untuk mempertahankan beban utang besar—sekarang melihat hasil melonjak secara dramatis, apa artinya ini untuk negara-negara dengan utang besar lainnya? Pasar Treasury AS telah menghadapi pertanyaan terus-menerus tentang deteriorasi fiskal, tetapi jauh dari runtuh, hasil tetap didukung oleh aliran safe-haven dan suku bunga kebijakan yang memuncak. Namun, semakin lama hasil tetap ditekan, semakin mendesak pertanyaan tentang keberlanjutan utang menjadi tak terelakkan.

Perdagangan Devaluasi: Sebagian Berhasil, Sebagian Gagal

Kekhawatiran terhadap beban utang besar—terutama di Amerika Serikat, Prancis, dan Jepang—mendorong investor ke “hedge devaluasi” seperti emas dan cryptocurrency. Pada Oktober, saat kekhawatiran fiskal memuncak, emas dan Bitcoin secara bersamaan mencapai rekor tertinggi, sebuah gerakan sinkron yang langka dan tampaknya memvalidasi tesis tersebut.

Emas terus naik, mencapai rekor baru berulang kali sepanjang akhir 2025 dan awal 2026. Bitcoin, bagaimanapun, mengikuti jalur yang lebih volatil. Setelah mencapai rekor tertinggi di Oktober, Bitcoin kemudian mengalami koreksi tajam. Per akhir Januari 2026, Bitcoin diperdagangkan di $89.54K, turun dari rekor tertinggi $126.08K, tetap menunjukkan performa positif untuk 2025 tetapi jauh dari puncaknya. Sementara itu, dolar AS stabil, dan obligasi Treasury AS—yang jauh dari runtuh—menjadi yang terbaik sejak 2020.

Pelajarannya: narasi devaluasi memberikan kenyamanan psikologis dan perlindungan parsial, tetapi jauh lebih rumit daripada sekadar “tinggalkan fiat dan beralih ke aset keras.” Dalam periode pertumbuhan ekonomi yang lambat dan suku bunga tinggi, permintaan safe-haven dapat berdampingan dengan kekhawatiran mata uang, menciptakan arus silang yang kompleks yang gagal ditangkap oleh taruhan tematik sederhana.

Kekacauan Pasar Kredit: Ketika Kreditur Berhenti Bekerja Sama

Sementara pasar ekuitas publik menarik perhatian, pasar kredit mengungkapkan kerentanan dari proses transaksi modern. Kasus Pimco dan Envision Healthcare menunjukkan bagaimana perang antar kreditur dapat menghasilkan pengembalian luar biasa. Ketika Envision Healthcare membutuhkan modal segar, kreditur baru hanya dapat mengakses pendanaan melalui manuver kontroversial: kreditur yang ada secara sukarela melepaskan jaminan (khususnya, ekuitas di Amsurg, bisnis operasi rawat jalan bernilai tinggi milik Envision) untuk menjamin utang baru.

Sebagian kreditur menentang ini; Pimco, Golden Street Capital, dan Partners Group berbalik mendukungnya. Ketika Amsurg akhirnya dijual ke Ascension Health seharga $4 miliar, kreditur yang “berpaling” ini memperoleh sekitar 90% pengembalian. Intinya: ketika standar pinjaman melemah dan kreditur menjadi tersebar, kerja sama menjadi rusak. Risiko terbesar menjadi kalah cerdik dari pesaing daripada menilai kemampuan nyata peminjam membayar utang.

Polanya—perang antar kreditur yang menghasilkan pengembalian besar—muncul tepat karena standar underwriting tradisional telah runtuh. Jika pinjaman ketat, distress Envision tidak akan menciptakan peluang untuk taktik restrukturisasi semacam ini sejak awal.

Raksasa Hipotek dan Impian Privatisasi

Saham Fannie Mae dan Freddie Mac melonjak 367% dari Januari hingga September karena ekspektasi privatisasi setelah kembalinya Trump ke kantor. Bill Ackman, yang lama memegang posisi menunggu momen ini, menjadi pendukung yang terlihat dari tesis tersebut. Bahkan Michael Burry—yang sama yang bertaruh melawan Nvidia—berpaling dan menerbitkan posting blog sepanjang 6.000 kata yang berargumen mereka akhirnya bisa melepaskan label “kembar beracun” mereka.

Namun saham tersebut kemudian turun jauh dari puncak September saat muncul pertanyaan tentang waktu dan kelayakan. Episode ini menunjukkan pola yang lebih luas: akumulasi modal besar-besaran di sekitar satu narasi (privatisasi) menciptakan potensi pembalikan besar saat narasi itu terhenti atau waktu yang dibutuhkan diperpanjang. Ini bukan perusahaan dengan fundamental yang membaik; mereka adalah perusahaan yang harga sahamnya bergerak hampir seluruhnya berdasarkan ekspektasi kebijakan dan sentimen.

Perdagangan Carry Turki: Risiko Politik sebagai Kryptonite

Perdagangan carry Turki tampak tak terkalahkan di 2024. Dengan hasil obligasi domestik di atas 40% dan bank sentral yang tampaknya berkomitmen pada stabilitas mata uang, miliaran mengalir dari institusi seperti Deutsche Bank dan Millennium Partners. Pada 19 Maret 2025, perdagangan itu runtuh dalam hitungan menit. Pemicunya: polisi Turki menahan walikota oposisi Istanbul, memicu protes dan penjualan besar lira yang tak mampu dicegah bank sentral.

Diperkirakan $10 miliar keluar dari aset lira Turki hari itu saja. Per Desember 2025, lira telah melemah sekitar 17% terhadap dolar selama tahun tersebut. Pelajarannya tegas: hasil tinggi tidak bisa mengompensasi risiko politik tail, dan pernyataan bank sentral tentang dukungan mata uang tidak berarti apa-apa saat kredibilitas politik terguncang. Episode ini seharusnya menjadi peringatan tentang risiko tersembunyi dalam strategi carry tinggi—tapi sebagian besar dilupakan saat perhatian beralih ke peluang lain.

Haruskah Investor Khawatir? Heuristik Kecoa untuk 2026

Tema utama yang menghubungkan gelombang terbesar tahun 2025 bukanlah politik, kecerdasan buatan, atau faktor makro tunggal—melainkan memburuknya standar underwriting, proliferasi strategi bergantung leverage, dan akumulasi risiko di sudut-sudut yang tidak terlihat sampai tiba-tiba tidak lagi tersembunyi.

Jamie Dimon dari JPMorgan tidak memperingatkan tentang kecoa sebagai metafora belaka; dia menggambarkan dinamika pasar tertentu. Bertahun-tahun kebijakan moneter longgar, likuiditas melimpah, dan spread kredit yang terkonsentrasi telah mengikis disiplin pinjaman dari “ketat” menjadi “longgar” hingga “ceroboh.” Investor dalam credit default swaps, restrukturisasi kredit, dan kredit hipotek akan semakin khawatir saat setiap krisis kecil—seperti Saks Global, New Fortress Energy, atau First Brands—mengungkap lapisan kerusakan lain di bawah permukaan.

Polanya—repetisi selama 2025—patut diingat: hype awal yang dibangun di atas fondasi yang tidak berkelanjutan (meme coins, arbitrase leverage, carry trades) menarik aliran modal besar, membesar-besarkan harga aset ke tingkat absurd, lalu runtuh saat keyakinan goyah, pendanaan mengering, atau leverage berbalik negatif. Setiap keruntuhan individual menyakitkan; pelajaran sistemik yang lebih mengkhawatirkan adalah jika risiko kredit tersembunyi bersembunyi di pinjaman komersial, jika kejutan politik dapat menghancurkan perdagangan kapan saja, dan jika “taruhan dengan tingkat kepastian tinggi” pasar terus berbalik, maka lingkungan untuk 2026 akan menuntut kehati-hatian luar biasa.

Penampakan kecoa berikutnya mungkin tidak begitu jelas, dan mungkin bukan di kredit. Bisa jadi di saham yang melonjak karena momentum naratif, di mata uang pasar berkembang yang tiba-tiba pecah, atau di rasio leverage yang tersembunyi dalam sekuritas yang tampaknya aman. Investor yang khawatir bukanlah terlalu pesimis—mereka hanya mengingat apa yang terjadi pada mereka yang tidak.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)