Gelombang Inflasi Ancam Harapan Disinflasi Bitcoin, Bitunix Perkirakan Skenario "Policy Chase"

Penelitian terbaru dari ekonom terkemuka Peterson Institute dan Lazard melukiskan skenario mengkhawatirkan bagi para bullish Bitcoin. Inflasi di Amerika Serikat diprediksi akan melonjak melampaui 4% tahun ini, menggoyahkan narasi disinflas yang selama ini didukung oleh komunitas kripto. Sementara itu, analis Bitunix telah mengidentifikasi risiko fundamental: pemerintah federal justru berpotensi bertindak terlalu konservatif dalam penurunan suku bunga daripada terlalu agresif—situasi yang pada akhirnya akan menciptakan penyesuaian kebijakan yang lebih drastis.

Proyeksi tersebut muncul ketika Bitcoin sedang berjuang dengan tekanan selling yang berkelanjutan. Dengan harga kini bertengger di sekitar $88.28K (turun 1.08% dalam 24 jam terakhir), aset digital terbesar di dunia menghadapi headwind ganda: ekspektasi Fed yang berubah dan penguatan dolar AS yang tidak menunjukkan tanda-tanda melambat.

Faktor Inflasi Melebihi Ekspektasi Disinflasi

Para peneliti dari Peterson Institute dan Lazard mengidentifikasi sederet faktor tekanan inflasi yang diprediksi akan mengalahkan tailwind produktivitas dari artificial intelligence. Tarif impor era Trump, pasar tenaga kerja yang semakin ketat, kemungkinan deportasi migran berskala besar, dan defisit fiskal yang meleceng—semuanya berkonvergensi untuk mendorong harga konsumen naik.

“Pada pertengahan 2026, penerusan yang tertunda diperkirakan akan selesai secara substansial. Hal ini dapat menambah 50 basis poin pada inflasi utama pada pertengahan tahun,” demikian catatan riset mereka. Penundaan penerusan biaya tarif kepada konsumen akhir justru memperpanjang tekanan inflasi bukannya menguranginya. Sementara itu, pengurangan populasi migran melalui deportasi dapat menciptakan kekurangan tenaga kerja yang mendorong upah naik dan inflasi meningkat.

Tingkat inflasi resmi saat ini berada di 2.7% untuk 2025, terendah sejak 2020. Namun proyeksi melompat ke atas 4% dalam 2026 menunjukkan pola yang jauh berbeda dari konsensus pasar beberapa bulan lalu. Belanja pemerintah yang meluas dan kondisi keuangan yang lebih longgar turut memperumit lanskap makroekonomi.

Bitunix Identifikasi Risiko “Policy Chase” di Depan Mata

Dalam konteks analisis pasar, Bitunix telah menangkap nuansa penting yang sering terlewatkan. Analis bursa kripto tersebut menyatakan bahwa risiko kebijakan sesungguhnya bukanlah pelonggaran terlalu dini, melainkan tetap terlalu konservatif pasca disinflasi struktural dari peningkatan produktivitas AI mulai berlaku penuh.

“Skenario ‘pengejaran kebijakan’ (policy chase) akan memaksa Federal Reserve untuk menyesuaikan dengan cepat dan tersentak-sentak setelah periode hati-hati yang berkepanjangan,” analisis Bitunix menjelaskan dinamika yang sedang terbentuk. Implikasi bagi Bitcoin adalah volatilitas yang lebih tinggi dan periode konsolidasi yang lebih panjang sebelum ekspansi siklus baru dimulai.

Harapan komunitas kripto terhadap pemotongan suku bunga 50-75 basis poin tahun ini kini terlihat terlalu optimis. Kecenderungan Fed untuk bersikap hati-hati lebih lama berarti Bitcoin harus bersabar menanti katalis kebijakan yang sebenarnya.

Fed Enggan Agresif, Yield Treasury Melonjak

Imbal hasil (yield) Treasury 10 tahun telah mencapai puncak lima bulan sebesar 4.31%, sebuah sinyal bahwa pasar sudah merepresentasikan skenario inflasi yang lebih tinggi. Naiknya cost of capital ini membuat aset-aset berisiko tinggi seperti Bitcoin, saham teknologi, dan NFT menjadi kurang menarik relatif terhadap obligasi pemerintah yang memberikan return yang lebih pasti.

Bitcoin turun hampir 4% menjadi $90,000 minggu lalu berdasarkan data CoinDesk, dan momentum negatif tersebut terus berlanjut. Kini harga berada di $88.28K dengan tekanan seller yang konsisten. Setiap kali Bitcoin mencoba mendorong resistance di dekat $89,000, penjualan masuk dan mencegah breakout yang decisif.

Penguatan dolar AS dan rally kuat pada emas (mencapai level tertinggi sepanjang masa), perak, dan tembaga menunjukkan rotasi risk-off yang dominan. Ketika komoditas safe-haven menguat bersama equity risk assets yang melemah, Bitcoin terjepit dengan positioning yang tidak jelas—bukan lindung nilai makro yang reliabel, melainkan lebih mirip dengan aset berisiko beta tinggi.

Ekspektasi Disinflas Pasar Tercemar

Narasi yang mendukung reli Bitcoin selama 2024-2025 adalah harapan disinflas berkelanjutan dan Federal Reserve yang aggressive dalam memotong rates. Kedua elemen tersebut kini terpanggang oleh proyeksi Peterson Institute dan penelitian Lazard.

Jika inflasi memang melampaui 4%, Federal Reserve akan dipaksa mempertahankan stance restrictive lebih lama daripada yang dikhawatirkan pasar. Ini berarti cycle of rate cuts yang para pemerhati kripto andalkan akan lebih pendek, lebih lambat, atau bahkan tidak terjadi sama sekali pada tahap awal.

Bitunix dan analis pasar lainnya sekarang menginterpretasi sinyal-sinyal ini sebagai persiapan untuk fase konsolidasi yang lebih dalam. Bitcoin masih 30 persen di bawah puncak Oktober 2024, mencerminkan ketidakpastian tersebut. Hingga ekspektasi kebijakan Fed bergeser kembali ke arah dovish, atau data inflasi menunjukkan penurunan substansial, momentum bullish akan sulit terbentuk.

Takeaway: Kesabaran Sebelum Akselerasi Berikutnya

Proyeksi inflasi yang lebih tinggi mengubah kalkulasi para investor kripto. Bukannya disinflas dan Fed cuts yang cepat, pasar kini harus mempertimbangkan skenario Fed yang lebih cautious dan mungkin lebih overestimate terhadap disinflasi struktural dari AI.

Perjalanan Bitcoin ke level yang lebih tinggi akan memerlukan validasi baru: baik data inflasi riil harus turun signifikan, atau Fed harus memberikan sinyal dovish yang jelas dan eksplisit. Sampai saat itu tiba, Bitunix dan analis lainnya melihat volatilitas terbatas dengan resistance psikologis di $89,000-$90,000 dan support yang perlu diperhatikan lebih rendah.

Dengan kondisi saat ini, Bitcoin di $88.28K menunggu momentum pembalikan yang belum terlihat jelas di horizon. Inflasi lebih tinggi, yields lebih tinggi, dan Fed lebih konservatif—kombinasi yang tidak ideal bagi aset digital yang tumbuh berkembang dalam lingkungan stimulus yang longgar.

BTC-5,81%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)