Apa sebenarnya kesedihan dari para pelajar yang hanya fokus mengerjakan soal di kota kecil? Yang paling menakutkan dari mereka bukanlah cedera fisik. Mereka salah paham bahwa diri mereka di SMA adalah "berusaha", dan di universitas adalah "jatuh", dan semua kegagalan di masa depan disebabkan karena mereka tidak bertahan seperti saat SMA, sehingga mereka merasa bersalah secara gila-gilaan dan di sisi lain menjadi putus asa. Padahal, saat SMA mereka juga tidak benar-benar berusaha, hanya terbawa suasana saja. Mereka tidak mengerti mengapa mereka mengerjakan soal, mereka hanya tahu secara samar bahwa mengerjakan soal itu bermanfaat, tetapi hal-hal yang lebih dalam pun mereka tidak bisa memahaminya. Mereka juga tidak punya waktu untuk memikirkannya, mereka hanya mengerjakan satu soal demi soal. Setelah masuk universitas, motivasi diri mereka menjadi nol. Orang tua mereka masih berpegang pada zaman "lulus jadi juara" dan "lulus langsung dapat pekerjaan", sedangkan guru mereka satu-satunya tujuan adalah agar mereka mendapatkan nilai tinggi. Mereka sendiri setiap dua minggu hanya punya waktu istirahat setengah hari, bahkan tidak sempat menonton dua episode serial baru. Tidak mengherankan jika di universitas mereka mulai begadang, bermain game online, berselancar di forum diskusi, dan di tempat seperti Dior's Petri Dish mereka tumbuh dan berkembang. Pada usia 25-30 tahun, para pelajar soal ini akan mengalami kehancuran pertama mereka. Mereka menyadari bahwa jarak mereka dengan teman-teman mereka semakin melebar, orang lain mulai sukses, mendapatkan promosi dan gaji tinggi, menikahi orang kaya dan cantik, sementara mereka tetap menjalani hidup dengan gaji rendah yang tidak bermakna, bahkan ada yang langsung kehilangan pekerjaan dan bergantung pada orang tua di rumah. Semua ini bukanlah sesuatu yang tiba-tiba terjadi, melainkan hasil dari pengorbanan waktu dan peluang yang mereka sia-siakan selama ini. Jadi, apa sebenarnya kesedihan sejati dari para pelajar soal ini? Itu adalah ketidaktahuan mereka tentang aturan dasar dunia ini, mereka seperti bayi yang mengisap susu dari sumber kebahagiaan kecil saat masa muda yang penuh energi dan peluang, sementara orang tua mereka selain memberi kebutuhan dasar secara material, hanya bisa mengacaukan segalanya. Mereka harus membayar dengan darah dan air mata untuk belajar pengalaman yang sebenarnya sudah diajarkan oleh orang tua lain sejak kecil.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)