Negosiasi antara industri cryptocurrency dan perbankan tidak mencapai kesepakatan, dan bulan Februari mungkin menjadi batas waktu terakhir bagi kedua belah pihak untuk mencapai konsensus.
Dalam sebuah pertemuan penting yang baru-baru ini diadakan di Gedung Putih, perwakilan industri cryptocurrency Amerika Serikat dan perbankan tradisional terlibat dalam perdebatan sengit mengenai apakah stablecoin harus diizinkan memberikan hasil, tetapi kedua belah pihak gagal mencapai kompromi.
Pertemuan ini dipimpin oleh penasihat cryptocurrency Presiden Trump, Patrick Witt, dengan tujuan mendorong kemajuan dalam RUU Struktur Pasar Cryptocurrency (RUU Jelas) yang sedang terjebak.
Perlu dicatat bahwa meskipun para peserta dari industri crypto menganggap diskusi ini sebagai langkah kunci untuk memecahkan kebuntuan, perwakilan perbankan tidak mengajukan proposal kompromi apa pun.
Saat ini, pihak Gedung Putih telah mengirimkan pemberitahuan terakhir kepada semua pihak yang terlibat dalam negosiasi, menuntut agar mereka mencapai kesepakatan mengenai kata-kata teknis dalam RUU terkait hasil stablecoin sebelum akhir bulan ini.
Meskipun industri crypto melihat ini sebagai syarat penting untuk inovasi dan perkembangan, penolakan dari kelompok perbankan terhadap hasil stablecoin karena dianggap dapat membahayakan "keamanan pinjaman lokal dan sistem keuangan" menjadi hambatan utama dalam proses legislasi.
RUU ini sebelumnya telah disetujui dengan lancar oleh Komite Pertanian Senat, tetapi posisi Komite Perbankan Senat yang lebih berhati-hati dan tingkat ambang yang lebih tinggi membuat negosiasi menjadi semakin sulit.
Sementara itu, Partai Demokrat menambahkan syarat moral untuk pejabat pemerintah dan langkah-langkah pengawasan keuangan ilegal yang lebih ketat dalam negosiasi. Permintaan ini secara langsung menambah hambatan dalam proses negosiasi, membuat situasi semakin buntu.
Menghadapi lingkungan legislatif yang semakin kompleks, para raksasa industri crypto juga merasa khawatir. Karena, proses yang tertunda akibat permainan kekuasaan ini membuat kemungkinan RUU disahkan tahun ini semakin kecil.
Selain itu, saat pertemuan ini berlangsung, pemerintah federal AS mengalami sebagian penghentian sementara karena masalah anggaran, yang tak diragukan lagi menambah ketidakpastian dalam proses legislasi.
Meskipun menghadapi banyak tantangan, intervensi kuat dari Gedung Putih tetap menunjukkan bahwa mendorong legislasi cryptocurrency masih menjadi prioritas utama pemerintah saat ini.
Selanjutnya, negosiasi akan beralih ke lingkaran inti yang lebih kecil, dan apakah semua pihak dapat memecahkan kebuntuan sebelum batas waktu akhir bulan akan secara langsung menentukan nasib akhir dari RUU penting ini.
#市场结构法案 # stablecoin
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Negosiasi antara industri cryptocurrency dan perbankan tidak mencapai kesepakatan, dan bulan Februari mungkin menjadi batas waktu terakhir bagi kedua belah pihak untuk mencapai konsensus.
Dalam sebuah pertemuan penting yang baru-baru ini diadakan di Gedung Putih, perwakilan industri cryptocurrency Amerika Serikat dan perbankan tradisional terlibat dalam perdebatan sengit mengenai apakah stablecoin harus diizinkan memberikan hasil, tetapi kedua belah pihak gagal mencapai kompromi.
Pertemuan ini dipimpin oleh penasihat cryptocurrency Presiden Trump, Patrick Witt, dengan tujuan mendorong kemajuan dalam RUU Struktur Pasar Cryptocurrency (RUU Jelas) yang sedang terjebak.
Perlu dicatat bahwa meskipun para peserta dari industri crypto menganggap diskusi ini sebagai langkah kunci untuk memecahkan kebuntuan, perwakilan perbankan tidak mengajukan proposal kompromi apa pun.
Saat ini, pihak Gedung Putih telah mengirimkan pemberitahuan terakhir kepada semua pihak yang terlibat dalam negosiasi, menuntut agar mereka mencapai kesepakatan mengenai kata-kata teknis dalam RUU terkait hasil stablecoin sebelum akhir bulan ini.
Meskipun industri crypto melihat ini sebagai syarat penting untuk inovasi dan perkembangan, penolakan dari kelompok perbankan terhadap hasil stablecoin karena dianggap dapat membahayakan "keamanan pinjaman lokal dan sistem keuangan" menjadi hambatan utama dalam proses legislasi.
RUU ini sebelumnya telah disetujui dengan lancar oleh Komite Pertanian Senat, tetapi posisi Komite Perbankan Senat yang lebih berhati-hati dan tingkat ambang yang lebih tinggi membuat negosiasi menjadi semakin sulit.
Sementara itu, Partai Demokrat menambahkan syarat moral untuk pejabat pemerintah dan langkah-langkah pengawasan keuangan ilegal yang lebih ketat dalam negosiasi. Permintaan ini secara langsung menambah hambatan dalam proses negosiasi, membuat situasi semakin buntu.
Menghadapi lingkungan legislatif yang semakin kompleks, para raksasa industri crypto juga merasa khawatir. Karena, proses yang tertunda akibat permainan kekuasaan ini membuat kemungkinan RUU disahkan tahun ini semakin kecil.
Selain itu, saat pertemuan ini berlangsung, pemerintah federal AS mengalami sebagian penghentian sementara karena masalah anggaran, yang tak diragukan lagi menambah ketidakpastian dalam proses legislasi.
Meskipun menghadapi banyak tantangan, intervensi kuat dari Gedung Putih tetap menunjukkan bahwa mendorong legislasi cryptocurrency masih menjadi prioritas utama pemerintah saat ini.
Selanjutnya, negosiasi akan beralih ke lingkaran inti yang lebih kecil, dan apakah semua pihak dapat memecahkan kebuntuan sebelum batas waktu akhir bulan akan secara langsung menentukan nasib akhir dari RUU penting ini.
#市场结构法案 # stablecoin