熔断!印尼股市再次暴跌,投资者担心经济前景,导致市场情绪极度悲观。许多股票在短时间内大幅下跌,交易量激增,政府和监管机构正密切关注事态发展,准备采取措施稳定市场。

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

2月2日,Indeks saham Indonesia dibuka kembali pada hari Senin dengan penurunan besar.

Hingga saat berita ini ditulis, Indeks Komposit Indonesia turun 5%, menyentuh batas penghentian perdagangan otomatis. Setelah mengumumkan serangkaian langkah reformasi dan pergantian pejabat, kepercayaan investor terhadap pasar Indonesia belum pulih.

Minggu lalu, dipengaruhi oleh peringatan MSCI, Indeks Gabungan Jakarta turun tajam sebesar 7,35% pada 25 Januari (Rabu), dan terus turun 1,06% pada 26 Januari (Kamis), dengan total penurunan lebih dari 8% dalam dua hari perdagangan, dengan kapitalisasi pasar menyusut sebesar 84 miliar dolar AS. Hingga 27 Januari (Jumat), suasana pasar sedikit membaik, indeks rebound kecil sebesar 1,18%.

Selanjutnya, Bursa Efek Indonesia (IDX) mengumumkan bahwa CEO Iman Rachman secara resmi mengundurkan diri, langkah ini bertujuan untuk bertanggung jawab atas volatilitas pasar yang tajam baru-baru ini. Sebelumnya, dalam dua hari perdagangan, kapitalisasi pasar saham Indonesia menguap 84 miliar dolar AS, dipicu oleh peringatan potensi penurunan peringkat dari lembaga indeks global MSCI, yang menyebabkan kepanikan pasar menyebar.

Peringatan Penurunan Peringkat MSCI sebagai “Pemicu”, Mengarah ke Masalah Transparansi

Akar dari gejolak pasar kali ini adalah sebuah pernyataan yang dirilis MSCI pada 24 Januari (Selasa). Lembaga ini secara tegas menyatakan bahwa, karena adanya “masalah fundamental dalam investasi” di pasar saham Indonesia, mereka sedang mempertimbangkan untuk menurunkan peringkatnya dari kategori “Pasar Berkembang” ke “Pasar Depan”. MSCI dalam pernyataannya menunjukkan bahwa kekhawatiran umum investor adalah struktur kepemilikan perusahaan yang tidak transparan dan adanya perilaku transaksi kolusi yang berpotensi mempengaruhi pembentukan harga yang normal, yang terus melemahkan daya tarik investasi pasar.

Sebagai lembaga indeks yang banyak dijadikan acuan oleh dana global, penyesuaian peringkat MSCI memiliki pengaruh besar terhadap arus modal internasional. Jika Indonesia akhirnya diturunkan peringkatnya, dana yang mengikuti indeks MSCI mungkin akan melakukan penjualan besar-besaran saham Indonesia secara sistematis, yang akan memperburuk tekanan pasar.

Pengunduran Diri CEO “Bertanggung Jawab”, Diharapkan Meningkatkan Kepercayaan Pasar

Dalam konferensi pers pada 30 Januari, Iman Rachman menyatakan bahwa pengunduran dirinya dilakukan untuk “menanggung jawab atas kondisi pasar saat ini”, dan dalam pernyataannya dia menyebutkan: “Saya berharap ini adalah keputusan terbaik untuk pasar modal Indonesia, semoga pengunduran diri saya dapat mendorong perbaikan kondisi pasar modal.” Dia juga menyebutkan bahwa melihat indeks dibuka tinggi pada pagi hari Jumat (30 Januari), dia berharap pasar dapat terus membaik.

Sehari sebelum mengundurkan diri, Rachman pernah menyatakan bahwa otoritas pengawas Indonesia telah berkomunikasi dengan MSCI, dengan fokus utama pada peningkatan transparansi data, terutama terkait proporsi saham yang beredar bebas dan pengungkapan struktur kepemilikan perusahaan, sebagai tanggapan terhadap kekhawatiran MSCI.

Otoritas Pengawas Segera Tindakan, Tingkatkan Persyaratan Saham Bebas Beredar Menjadi 15%

Untuk meredakan kepanikan pasar dan menanggapi kekhawatiran MSCI, otoritas pengawas keuangan Indonesia mengumumkan langkah reformasi penting pada 29 Januari (Kamis): menaikkan persyaratan minimum saham bebas beredar dari level saat ini menjadi 15%. Dalam pernyataan pada 25 Januari (Rabu), Bursa Efek Indonesia juga menegaskan bahwa mereka menganggap umpan balik MSCI sebagai “referensi penting untuk meningkatkan kepercayaan pasar modal Indonesia”, dan berkomitmen untuk mendorong peningkatan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI.

Para Ahli: Pasar Butuh “Revolusi Transparansi”, Kekurangan Likuiditas Harus Ditutup

Menanggapi gejolak pasar ini, Chief Investment Officer Dana Kekayaan Negara Indonesia Danatara, Pandu Sjahrir, mengatakan bahwa penurunan pasar baru-baru ini seperti “mandi air dingin yang bermanfaat”, “setelah kepanikan singkat, pasar perlu melalui reformasi untuk memperbaiki diri dan mendapatkan kembali vitalitasnya”. Dia juga menunjukkan bahwa likuiditas harian pasar saham Indonesia saat ini sekitar 10 miliar dolar AS, dan untuk memenuhi kebutuhan investor internasional, skala ini harus ditingkatkan 8 hingga 10 kali lipat.

“Solusi satu-satunya adalah meningkatkan transparansi.” Pandu menegaskan, “Otoritas pengawas harus mendengarkan suara pasar, bukan mengambil sikap defensif. Hanya dengan menyelesaikan masalah struktural, kepercayaan investor dapat benar-benar stabil.”

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)