Implied volatility merupakan salah satu metrik paling penting—namun sering disalahpahami—dalam perdagangan opsi. Apakah Anda sedang menilai apakah harga opsi menarik atau merencanakan strategi perdagangan berikutnya, memahami apa yang sebenarnya diwakili oleh implied volatility dapat secara fundamental mengubah pendekatan Anda terhadap pasar opsi. Singkatnya, implied volatility mencerminkan apa yang secara kolektif diyakini pasar opsi akan terjadi terhadap pergerakan harga di masa mendatang.
Apa yang Sebenarnya Diukur oleh Volatilitas
Pada intinya, volatilitas mengukur seberapa agresif sebuah sekuritas berayun naik dan turun. Anggap saja sebagai speedometer untuk pergerakan harga. Sebuah saham yang berayun 5% setiap hari menunjukkan volatilitas yang jauh lebih tinggi daripada yang hanya bergerak 0,5% per hari.
Ini menciptakan perbedaan penting: volatilitas historis mencatat bagaimana sebuah sekuritas benar-benar bergerak selama periode tertentu (kemarin, minggu lalu, bulan lalu), sementara implied volatility mewakili perkiraan pasar opsi tentang bagaimana sekuritas tersebut akan bergerak ke depan—khususnya, sampai opsi kedaluwarsa.
Ketika Anda melihat implied volatility dikutip sebagai persentase, itu menjawab satu pertanyaan: “Seberapa besar pasar memperkirakan aset ini akan berayun dalam satu tahun ke depan?” Bacaan implied volatility sebesar 20% berarti pasar memperhitungkan pergerakan tahunan sekitar 20% dalam kedua arah (meskipun perhitungannya menjadi sedikit lebih halus saat berurusan dengan kerangka waktu yang lebih pendek).
Implied Volatility vs. Volatilitas Historis: Apa yang Perlu Diketahui Trader Opsi
Perbedaan antara kedua konsep ini menghasilkan salah satu peluang trading terbesar di pasar opsi. Trader memanfaatkan celah antara apa yang telah terjadi (volatilitas historis) dan apa yang diharapkan pasar akan terjadi (implied volatility).
Untuk pembeli opsi: Strateginya sederhana. Beli opsi saat implied volatility sedang rendah, sehingga premi menjadi murah. Anda bertaruh bahwa aset dasar akan benar-benar bergerak lebih dari yang diperkirakan pasar, dan ketika volatilitas melonjak, premi opsi Anda akan meningkat nilainya.
Untuk penjual opsi: Sebaliknya, lakukan penjualan saat implied volatility sedang tinggi, sehingga premi yang diterima lebih besar. Anda mengumpulkan premi tersebut di awal, berharap pergerakan harga tetap tenang dan volatilitas menyusut—keduanya akan mengurangi nilai opsi.
Ketegangan mendasar ini—antara apa yang dibayar trader untuk pergerakan yang diharapkan dan apa yang sebenarnya terjadi—mendorong sebagian besar proses penemuan harga di pasar opsi.
Menghitung Pergerakan Harga yang Diharapkan: Matematika di Balik Implied Volatility
Model penetapan harga opsi seperti Black-Scholes dan model serupa mendasarkan perhitungannya pada asumsi matematis: pengembalian di masa depan mengikuti distribusi normal (berbentuk lonceng)—secara teknis distribusi lognormal, meskipun perbedaan ini jarang mempengaruhi aplikasi praktis.
Ketika sebuah opsi menunjukkan implied volatility sebesar 20%, Anda melihat perkiraan statistik yang sudah tertanam dalam harga. Angka 20% ini berarti diperkirakan pergerakan satu standar deviasi (rentang yang mencakup sekitar dua pertiga hasil).
Mengkonversi ini ke kerangka waktu berbeda memerlukan perhitungan sederhana:
Untuk opsi yang kedaluwarsa dalam satu hari dengan implied volatility 20%:
Ada sekitar 256 hari perdagangan dalam setahun
Akar kuadrat dari 256 = 16
20% dibagi 16 = 1,25%
Interpretasi: Dua pertiga hasil seharusnya berada dalam ±1,25% dari harga saat ini
Untuk opsi yang kedaluwarsa dalam 64 hari dengan implied volatility yang sama:
Ada 4 periode 64 hari dalam satu tahun perdagangan
Akar kuadrat dari 4 = 2
20% dibagi 2 = 10%
Interpretasi: Pergerakan satu standar deviasi yang diharapkan selama periode 64 hari adalah 10%
Rumus ini menjelaskan mengapa opsi jangka pendek dapat menunjukkan pergerakan persentase yang dramatis pada pergerakan harga yang modest—kerangka waktunya menyusut, sehingga pergerakan yang diharapkan terkonsentrasi dalam jendela yang lebih ketat.
Penawaran, Permintaan, dan Volatilitas: Membaca Ekspektasi Pasar
Seperti instrumen yang diperdagangkan lainnya, implied volatility dipengaruhi oleh kekuatan penawaran dan permintaan. Ketika pembeli membanjiri pasar opsi untuk mencari perlindungan atau eksposur upside, implied volatility naik. Ketika permintaan itu menghilang atau penjual mendominasi, implied volatility turun.
Ini menciptakan interpretasi sekunder yang berharga: implied volatility yang tinggi (atau meningkat) sering menandakan tekanan beli yang meningkat, sementara implied volatility yang rendah (atau menurun) sering menunjukkan permintaan yang melemah atau penjualan yang meningkat.
Sebagian besar trader opsi keluar dari posisi sebelum kedaluwarsa daripada menahan sampai tanggal kedaluwarsa. Perilaku ini menjadikan implied volatility sebagai indikator real-time dari urgensi pasar—seberapa buruk posisi trader saat ini? Jawabannya sering muncul terlebih dahulu dalam metrik volatilitas sebelum tercermin dalam pergerakan harga arah.
Trading dengan Implied Volatility: Strategi Praktis
Memahami mekanisme ini membuka peluang praktis. Lingkungan implied volatility yang tinggi mendukung penjual premi—Anda mendapatkan kompensasi besar untuk mengambil risiko. Lingkungan implied volatility yang rendah menguntungkan pembeli premi—Anda membeli opsi dengan harga murah, berharap pergerakan pasar melebihi ekspektasi saat ini.
Selain itu, membandingkan implied volatility di berbagai tanggal kedaluwarsa dapat mengungkap perdagangan struktur jangka waktu. Beberapa trader memanfaatkan situasi di mana implied volatility jangka pendek menyimpang tajam dari implied volatility jangka panjang, dan menyesuaikan posisi mereka.
Intinya: implied volatility bukan sekadar angka abstrak di layar. Ini adalah ekspektasi pasar yang terkristalisasi tentang perilaku harga di masa depan, dan belajar membaca serta memanfaatkan sinyal tersebut membedakan trader opsi yang konsisten dari mereka yang berjuang melawan peluang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Memahami Volatilitas Tersirat di Pasar Opsi
Implied volatility merupakan salah satu metrik paling penting—namun sering disalahpahami—dalam perdagangan opsi. Apakah Anda sedang menilai apakah harga opsi menarik atau merencanakan strategi perdagangan berikutnya, memahami apa yang sebenarnya diwakili oleh implied volatility dapat secara fundamental mengubah pendekatan Anda terhadap pasar opsi. Singkatnya, implied volatility mencerminkan apa yang secara kolektif diyakini pasar opsi akan terjadi terhadap pergerakan harga di masa mendatang.
Apa yang Sebenarnya Diukur oleh Volatilitas
Pada intinya, volatilitas mengukur seberapa agresif sebuah sekuritas berayun naik dan turun. Anggap saja sebagai speedometer untuk pergerakan harga. Sebuah saham yang berayun 5% setiap hari menunjukkan volatilitas yang jauh lebih tinggi daripada yang hanya bergerak 0,5% per hari.
Ini menciptakan perbedaan penting: volatilitas historis mencatat bagaimana sebuah sekuritas benar-benar bergerak selama periode tertentu (kemarin, minggu lalu, bulan lalu), sementara implied volatility mewakili perkiraan pasar opsi tentang bagaimana sekuritas tersebut akan bergerak ke depan—khususnya, sampai opsi kedaluwarsa.
Ketika Anda melihat implied volatility dikutip sebagai persentase, itu menjawab satu pertanyaan: “Seberapa besar pasar memperkirakan aset ini akan berayun dalam satu tahun ke depan?” Bacaan implied volatility sebesar 20% berarti pasar memperhitungkan pergerakan tahunan sekitar 20% dalam kedua arah (meskipun perhitungannya menjadi sedikit lebih halus saat berurusan dengan kerangka waktu yang lebih pendek).
Implied Volatility vs. Volatilitas Historis: Apa yang Perlu Diketahui Trader Opsi
Perbedaan antara kedua konsep ini menghasilkan salah satu peluang trading terbesar di pasar opsi. Trader memanfaatkan celah antara apa yang telah terjadi (volatilitas historis) dan apa yang diharapkan pasar akan terjadi (implied volatility).
Untuk pembeli opsi: Strateginya sederhana. Beli opsi saat implied volatility sedang rendah, sehingga premi menjadi murah. Anda bertaruh bahwa aset dasar akan benar-benar bergerak lebih dari yang diperkirakan pasar, dan ketika volatilitas melonjak, premi opsi Anda akan meningkat nilainya.
Untuk penjual opsi: Sebaliknya, lakukan penjualan saat implied volatility sedang tinggi, sehingga premi yang diterima lebih besar. Anda mengumpulkan premi tersebut di awal, berharap pergerakan harga tetap tenang dan volatilitas menyusut—keduanya akan mengurangi nilai opsi.
Ketegangan mendasar ini—antara apa yang dibayar trader untuk pergerakan yang diharapkan dan apa yang sebenarnya terjadi—mendorong sebagian besar proses penemuan harga di pasar opsi.
Menghitung Pergerakan Harga yang Diharapkan: Matematika di Balik Implied Volatility
Model penetapan harga opsi seperti Black-Scholes dan model serupa mendasarkan perhitungannya pada asumsi matematis: pengembalian di masa depan mengikuti distribusi normal (berbentuk lonceng)—secara teknis distribusi lognormal, meskipun perbedaan ini jarang mempengaruhi aplikasi praktis.
Ketika sebuah opsi menunjukkan implied volatility sebesar 20%, Anda melihat perkiraan statistik yang sudah tertanam dalam harga. Angka 20% ini berarti diperkirakan pergerakan satu standar deviasi (rentang yang mencakup sekitar dua pertiga hasil).
Mengkonversi ini ke kerangka waktu berbeda memerlukan perhitungan sederhana:
Untuk opsi yang kedaluwarsa dalam satu hari dengan implied volatility 20%:
Untuk opsi yang kedaluwarsa dalam 64 hari dengan implied volatility yang sama:
Rumus ini menjelaskan mengapa opsi jangka pendek dapat menunjukkan pergerakan persentase yang dramatis pada pergerakan harga yang modest—kerangka waktunya menyusut, sehingga pergerakan yang diharapkan terkonsentrasi dalam jendela yang lebih ketat.
Penawaran, Permintaan, dan Volatilitas: Membaca Ekspektasi Pasar
Seperti instrumen yang diperdagangkan lainnya, implied volatility dipengaruhi oleh kekuatan penawaran dan permintaan. Ketika pembeli membanjiri pasar opsi untuk mencari perlindungan atau eksposur upside, implied volatility naik. Ketika permintaan itu menghilang atau penjual mendominasi, implied volatility turun.
Ini menciptakan interpretasi sekunder yang berharga: implied volatility yang tinggi (atau meningkat) sering menandakan tekanan beli yang meningkat, sementara implied volatility yang rendah (atau menurun) sering menunjukkan permintaan yang melemah atau penjualan yang meningkat.
Sebagian besar trader opsi keluar dari posisi sebelum kedaluwarsa daripada menahan sampai tanggal kedaluwarsa. Perilaku ini menjadikan implied volatility sebagai indikator real-time dari urgensi pasar—seberapa buruk posisi trader saat ini? Jawabannya sering muncul terlebih dahulu dalam metrik volatilitas sebelum tercermin dalam pergerakan harga arah.
Trading dengan Implied Volatility: Strategi Praktis
Memahami mekanisme ini membuka peluang praktis. Lingkungan implied volatility yang tinggi mendukung penjual premi—Anda mendapatkan kompensasi besar untuk mengambil risiko. Lingkungan implied volatility yang rendah menguntungkan pembeli premi—Anda membeli opsi dengan harga murah, berharap pergerakan pasar melebihi ekspektasi saat ini.
Selain itu, membandingkan implied volatility di berbagai tanggal kedaluwarsa dapat mengungkap perdagangan struktur jangka waktu. Beberapa trader memanfaatkan situasi di mana implied volatility jangka pendek menyimpang tajam dari implied volatility jangka panjang, dan menyesuaikan posisi mereka.
Intinya: implied volatility bukan sekadar angka abstrak di layar. Ini adalah ekspektasi pasar yang terkristalisasi tentang perilaku harga di masa depan, dan belajar membaca serta memanfaatkan sinyal tersebut membedakan trader opsi yang konsisten dari mereka yang berjuang melawan peluang.