Akun trader kripto Big Smo telah menjadi kisah peringatan tentang volatilitas perdagangan leveraged, dengan kepemilikan sekarang hanya sebesar $7.996 setelah mengalami kerugian besar sebesar $3,37 juta selama sebulan terakhir. Menurut data yang dilacak oleh NS3.AI, akun tersebut mempertahankan posisi long leverage 10x pada HYPE (Hyperliquid), yang saat ini menunjukkan keuntungan belum direalisasi sebesar $4.692 meskipun kondisi keseluruhan akun memburuk.
Analisis Mendalam Akun: Angka di Balik Keruntuhan
Portofolio Big Smo menunjukkan kontras tajam antara kinerja permukaan dan kinerja yang telah direalisasikan. Sementara posisi HYPE membawa keuntungan mengambang sebesar $4.692 di atas kertas, keuntungan ini tertutupi oleh kerugian bulanan yang merusak akun. Sisa $7.996 di akun tersebut hanyalah sebagian kecil dari saldo awal yang kemungkinan jauh lebih besar, menyoroti betapa cepat posisi leveraged dapat mengikis modal di pasar yang volatil.
Konteks Pasar HYPE: Pergerakan Harga Terbaru
HYPE saat ini diperdagangkan di $32.37 dengan lonjakan 24 jam sebesar +3.33%, menghasilkan volume perdagangan harian sebesar $13.45M. Meskipun momentum bullish baru-baru ini, akun Big Smo terus mengalami kesulitan, menunjukkan bahwa posisi tersebut mungkin telah dibuka pada level yang lebih tinggi atau kerugian tambahan telah terkumpul di luar kepemilikan HYPE saat ini.
Jerat Leverage 10x: Mengapa Ini Penting
Masalah utama dengan strategi Big Smo terletak pada penggunaan posisi long leverage 10x. Sementara leverage memperbesar keuntungan selama tren naik, leverage yang sama juga memperbesar kerugian selama koreksi atau periode pergerakan harga yang tidak menentu. Pergerakan harga yang merugikan sebesar 10% saja dapat menghapus seluruh saldo akun—sebuah dinamika yang menjelaskan dengan sempurna bagaimana kerugian sebesar $3,37M terjadi selama tiga puluh hari meskipun ada keuntungan belum direalisasi pada posisi HYPE saat ini.
Kasus ini menegaskan pelajaran penting bagi trader kripto: keuntungan mengambang tidak berarti apa-apa jika akun tidak mampu menahan dinamika leverage. Situasi Big Smo menunjukkan mengapa manajemen risiko dan ukuran posisi lebih penting daripada leverage agresif dalam mencapai profitabilitas yang berkelanjutan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Akun Big Smo Mengalami Kehilangan Dana: Kerugian Bulanan sebesar $3,37 juta dari Perdagangan Leveraged HYPE
Akun trader kripto Big Smo telah menjadi kisah peringatan tentang volatilitas perdagangan leveraged, dengan kepemilikan sekarang hanya sebesar $7.996 setelah mengalami kerugian besar sebesar $3,37 juta selama sebulan terakhir. Menurut data yang dilacak oleh NS3.AI, akun tersebut mempertahankan posisi long leverage 10x pada HYPE (Hyperliquid), yang saat ini menunjukkan keuntungan belum direalisasi sebesar $4.692 meskipun kondisi keseluruhan akun memburuk.
Analisis Mendalam Akun: Angka di Balik Keruntuhan
Portofolio Big Smo menunjukkan kontras tajam antara kinerja permukaan dan kinerja yang telah direalisasikan. Sementara posisi HYPE membawa keuntungan mengambang sebesar $4.692 di atas kertas, keuntungan ini tertutupi oleh kerugian bulanan yang merusak akun. Sisa $7.996 di akun tersebut hanyalah sebagian kecil dari saldo awal yang kemungkinan jauh lebih besar, menyoroti betapa cepat posisi leveraged dapat mengikis modal di pasar yang volatil.
Konteks Pasar HYPE: Pergerakan Harga Terbaru
HYPE saat ini diperdagangkan di $32.37 dengan lonjakan 24 jam sebesar +3.33%, menghasilkan volume perdagangan harian sebesar $13.45M. Meskipun momentum bullish baru-baru ini, akun Big Smo terus mengalami kesulitan, menunjukkan bahwa posisi tersebut mungkin telah dibuka pada level yang lebih tinggi atau kerugian tambahan telah terkumpul di luar kepemilikan HYPE saat ini.
Jerat Leverage 10x: Mengapa Ini Penting
Masalah utama dengan strategi Big Smo terletak pada penggunaan posisi long leverage 10x. Sementara leverage memperbesar keuntungan selama tren naik, leverage yang sama juga memperbesar kerugian selama koreksi atau periode pergerakan harga yang tidak menentu. Pergerakan harga yang merugikan sebesar 10% saja dapat menghapus seluruh saldo akun—sebuah dinamika yang menjelaskan dengan sempurna bagaimana kerugian sebesar $3,37M terjadi selama tiga puluh hari meskipun ada keuntungan belum direalisasi pada posisi HYPE saat ini.
Kasus ini menegaskan pelajaran penting bagi trader kripto: keuntungan mengambang tidak berarti apa-apa jika akun tidak mampu menahan dinamika leverage. Situasi Big Smo menunjukkan mengapa manajemen risiko dan ukuran posisi lebih penting daripada leverage agresif dalam mencapai profitabilitas yang berkelanjutan.