Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Ratusan kontrak diselesaikan dalam USDT atau BTC
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Analisis Vincentius Ming Shen: akankah surplus perdagangan Indonesia mempertahankan posisinya?
Ekonomis UOB Enrico Tanuwijaja dan Vincentius Ming Shen membahas tantangan yang meningkat bagi neraca perdagangan Indonesia. Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan meningkatnya proteksionisme, prospek surplus menghadapi risiko serius. Menurut penilaian mereka, permintaan berlebih dari tahun-tahun sebelumnya secara bertahap menipis, yang mengancam koreksi signifikan terhadap indikator tersebut.
Penurunan permintaan dan konflik perdagangan sebagai risiko utama
Penelitian UOB menunjukkan dua faktor utama ketidakstabilan. Pertama, pengeluaran yang telah dipercepat akan secara bertahap kembali normal dalam beberapa bulan mendatang. Kedua, ketegangan perdagangan saat ini antara pemain global menyebabkan ketidakpastian dalam posisi Indonesia sebagai eksportir. Ming Shen menekankan bahwa kedua proses ini saling bergantung dan memiliki efek sinergis yang negatif.
Angka dan proyeksi spesifik UOB
Menurut data analis, surplus perdagangan Indonesia akan menyusut dari $41 miliar pada 2025 menjadi sekitar $35 miliar tahun ini. Penyebabnya adalah tren ganda: volume ekspor melambat karena permintaan eksternal yang lebih rendah, sementara impor barang modal dan teknologi tetap stabil, menekan surplus.
Peran kemitraan ekonomi dalam menjaga daya saing
Menurut data Jin10, penandatanganan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif dengan Uni Eropa memberikan perlindungan tertentu terhadap risiko perdagangan. Namun, para ahli UOB menekankan bahwa ini tidak cukup. Untuk mempertahankan posisi Indonesia, diperlukan perjanjian perdagangan yang lebih ambisius dan integrasi industri yang lebih dalam dengan mitra utama. Oleh karena itu, analisis Vincentius Ming Shen menyoroti pentingnya diversifikasi saluran perdagangan dan penguatan daya saing struktural archipelago dalam jangka menengah.