Matt Hougan, direktur investasi dari Bitwise Asset Management, mengangkat sebuah perdebatan penting yang memecah opini di sektor keuangan dan komunitas kripto. Inti permasalahannya berkisar pada dilema yang tampaknya mustahil: menawarkan bunga pada stablecoin atau mempertaruhkan kehilangan pengaruh geopolitik. Kebuntuan ini mengungkapkan ketegangan mendalam tentang masa depan arsitektur moneter global.
Risiko Perbankan: Mengapa Institusi Takut Stablecoin dengan Bunga
Bank-bank menyampaikan kekhawatiran yang sah bahwa stablecoin berimbal hasil bisa sangat mengganggu sistem keuangan tradisional. Argumen mereka sederhana: jika aset digital ini mulai menawarkan hasil yang kompetitif, migrasi deposan dari rekening bank konvensional ke platform stablecoin akan menjadi ancaman eksistensial bagi institusi tradisional.
Logikanya sederhana namun berpotensi serius. Deposito bank merupakan tulang punggung model bisnis institusi keuangan tradisional. Ketika dana ini berpindah ke stablecoin yang menguntungkan, bank kehilangan sumber utama pengumpulan dana mereka, yang mengancam kapasitas operasional dan stabilitas mereka sendiri. Skema ini bisa mengganggu tidak hanya institusi individual, tetapi seluruh rantai kredit dan pembiayaan yang menopang ekonomi riil.
Di sisi lain, komunitas kripto dan analis geopolitik mengajukan argumen yang sama kuatnya: menolak stablecoin berimbal hasil bisa menempatkan Amerika Serikat pada posisi subordinat dalam tatanan keuangan global yang baru. Menurut pandangan ini, China akan membangun hegemoni keuangan melalui solusi mata uang digitalnya sendiri, memperoleh kekuasaan veto atas aliran modal internasional.
Rasional geopolitik ini bersifat strategis. Pengendalian infrastruktur penyelesaian transaksi internasional memberi pengaruh yang tidak proporsional terhadap kebijakan ekonomi global. China yang dominan dalam stablecoin berarti institusi dan negara di seluruh dunia bergantung pada kebijakan mereka untuk berpartisipasi dalam transaksi internasional. Pendukung stablecoin AS berargumen bahwa menyerah di bidang ini akan berarti menyerah terhadap pesaing ekonomi yang sedang bangkit.
Dilema Regulasi: Dampak Melampaui Batas Negara
Perdebatan saat ini mengungkapkan kenyataan yang tidak menyenangkan: tidak ada solusi yang sempurna. Regulator di berbagai yurisdiksi menghadapi tekanan yang bertentangan. Mengizinkan stablecoin berimbal hasil bisa mengganggu stabilitas institusi perbankan domestik; melarangnya bisa memberi keuntungan geopolitik kepada pesaing internasional.
Implikasi ini melampaui diskusi akademik. Keputusan yang diambil dalam beberapa bulan ke depan mengenai regulasi stablecoin akan menentukan apakah dolar digital akan mempertahankan supremasinya, apakah China akan muncul sebagai kekuatan keuangan alternatif, atau apakah akan muncul tatanan multipolar. Para pemangku kepentingan memantau setiap langkah regulasi secara ketat, menyadari bahwa masa depan kekuasaan ekonomi global dipertaruhkan dalam perdebatan tentang stablecoin dan mekanisme hasilnya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bagaimana Stablecoin Dapat Mengguncang Sistem Perbankan Global
Matt Hougan, direktur investasi dari Bitwise Asset Management, mengangkat sebuah perdebatan penting yang memecah opini di sektor keuangan dan komunitas kripto. Inti permasalahannya berkisar pada dilema yang tampaknya mustahil: menawarkan bunga pada stablecoin atau mempertaruhkan kehilangan pengaruh geopolitik. Kebuntuan ini mengungkapkan ketegangan mendalam tentang masa depan arsitektur moneter global.
Risiko Perbankan: Mengapa Institusi Takut Stablecoin dengan Bunga
Bank-bank menyampaikan kekhawatiran yang sah bahwa stablecoin berimbal hasil bisa sangat mengganggu sistem keuangan tradisional. Argumen mereka sederhana: jika aset digital ini mulai menawarkan hasil yang kompetitif, migrasi deposan dari rekening bank konvensional ke platform stablecoin akan menjadi ancaman eksistensial bagi institusi tradisional.
Logikanya sederhana namun berpotensi serius. Deposito bank merupakan tulang punggung model bisnis institusi keuangan tradisional. Ketika dana ini berpindah ke stablecoin yang menguntungkan, bank kehilangan sumber utama pengumpulan dana mereka, yang mengancam kapasitas operasional dan stabilitas mereka sendiri. Skema ini bisa mengganggu tidak hanya institusi individual, tetapi seluruh rantai kredit dan pembiayaan yang menopang ekonomi riil.
Perspektif Geopolitik Berlawanan: Keharusan Stablecoin
Di sisi lain, komunitas kripto dan analis geopolitik mengajukan argumen yang sama kuatnya: menolak stablecoin berimbal hasil bisa menempatkan Amerika Serikat pada posisi subordinat dalam tatanan keuangan global yang baru. Menurut pandangan ini, China akan membangun hegemoni keuangan melalui solusi mata uang digitalnya sendiri, memperoleh kekuasaan veto atas aliran modal internasional.
Rasional geopolitik ini bersifat strategis. Pengendalian infrastruktur penyelesaian transaksi internasional memberi pengaruh yang tidak proporsional terhadap kebijakan ekonomi global. China yang dominan dalam stablecoin berarti institusi dan negara di seluruh dunia bergantung pada kebijakan mereka untuk berpartisipasi dalam transaksi internasional. Pendukung stablecoin AS berargumen bahwa menyerah di bidang ini akan berarti menyerah terhadap pesaing ekonomi yang sedang bangkit.
Dilema Regulasi: Dampak Melampaui Batas Negara
Perdebatan saat ini mengungkapkan kenyataan yang tidak menyenangkan: tidak ada solusi yang sempurna. Regulator di berbagai yurisdiksi menghadapi tekanan yang bertentangan. Mengizinkan stablecoin berimbal hasil bisa mengganggu stabilitas institusi perbankan domestik; melarangnya bisa memberi keuntungan geopolitik kepada pesaing internasional.
Implikasi ini melampaui diskusi akademik. Keputusan yang diambil dalam beberapa bulan ke depan mengenai regulasi stablecoin akan menentukan apakah dolar digital akan mempertahankan supremasinya, apakah China akan muncul sebagai kekuatan keuangan alternatif, atau apakah akan muncul tatanan multipolar. Para pemangku kepentingan memantau setiap langkah regulasi secara ketat, menyadari bahwa masa depan kekuasaan ekonomi global dipertaruhkan dalam perdebatan tentang stablecoin dan mekanisme hasilnya.