Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Ratusan kontrak diselesaikan dalam USDT atau BTC
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
#USIranTensionsImpactMarkets
Seiring pasar global memasuki Maret 2026 di bawah guncangan geopolitik, korelasi antara instrumen keuangan tradisional dan aset digital menjadi semakin mencolok dari sebelumnya. Aktivitas militer di Timur Tengah secara tajam membatasi selera risiko investor, menyebabkan pergerakan paradigma yang mengubah pasar komoditas dan cryptocurrency.
Pasar Komoditas: Kembalinya Logam Mulia sebagai "Tempat Perlindungan Aman"
Setelah lonjakan harga energi, logam mulia sekali lagi menjadi tempat perlindungan utama bagi investor. Didukung oleh premi risiko geopolitik, emas spot menguji kisaran $5.150 - $5.380 pada minggu pertama Maret, mendekati rekor tertinggi. Bersamaan dengan emas, perak muncul sebagai "penyimpan nilai" yang menonjol di luar utilitas industrinya, mencapai level $85 .
Katalis utama di balik reli ini adalah risiko penyekatan Selat Hormuz yang dapat memicu kembali inflasi global. Saat investor beralih ke aset fisik untuk menjaga daya beli, logam strategis seperti palladium dan platinum bergabung dalam tren naik ini karena kekhawatiran pasokan.
Pasar Cryptocurrency: "Emas Digital" atau "Aset Risiko"?
Cryptocurrency menghadapi ujian ganda selama krisis 2026 ini. Setelah berita awal tentang intervensi militer, Bitcoin langsung mengalami tekanan jual, turun ke $63.000 dan meniru perilaku "aset risiko" tradisional seperti saham. Namun, penurunan ini tidak bersifat permanen.
Dukungan ETF: Investor institusional memanfaatkan ETF Bitcoin spot untuk menganggap penarikan ini sebagai peluang beli. Arus masuk bersih sekitar $1,14 miliar ke ETF dalam hanya tiga hari memperkuat citra jangka menengah Bitcoin sebagai "emas digital."
Likuidasi Likuiditas: Sebuah posisi leverage $300 juta yang dilikuidasi awal minggu membersihkan "tangan lemah" dari pasar, memungkinkan harga pulih dengan cepat ke kisaran $71.000 - $73.000.
Altcoin dan Volatilitas: Sementara Bitcoin menunjukkan tanda-tanda pemulihan, altcoin seperti Ethereum dan Solana tetap lebih sensitif terhadap ketidakpastian geopolitik, terus diperdagangkan dengan volatilitas tinggi.
Pandangan Strategis
Analis pasar mencatat bahwa prediksi tentang "operasi 4-5 minggu" mulai dihargai. Jika ketegangan beralih ke resolusi diplomatik tanpa kerusakan permanen pada infrastruktur minyak, kita mungkin akan melihat pengambilan keuntungan di komoditas dan upaya pencapaian rekor baru di cryptocurrency. Namun, penutupan kronis Selat Hormuz dapat mendorong semua pasar menuju risiko berkepanjangan dari "stagnasi inflasi" (stagflasi).