Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Kenali Spirdark: Peretas yang Mencuri Lagu Belum Rilis Ed Sheeran untuk Bitcoin dan Mendapatkan 18 Bulan Penjara
Dalam salah satu kasus yang paling mencolok yang menghubungkan kejahatan siber dengan cryptocurrency, seorang operator dark web yang terkenal bernama Spirdark telah dijatuhi hukuman penjara atas skema rumitnya untuk mencuri dan menjual musik yang belum dirilis dari artis-artis terkenal dunia. Kasus ini mengungkapkan bagaimana mata uang digital telah menjadi instrumen penting dalam memfasilitasi pencurian kekayaan intelektual secara besar-besaran.
Bagaimana Spirdark Melakukan Pencurian Musik
Operasi kriminal yang berpusat pada Spirdark mulai terungkap pada tahun 2019 ketika beberapa agen musik di New York mengajukan keluhan kepada penegak hukum tentang akses tidak sah ke akun digital klien mereka. Hacker tersebut secara sistematis membobol sistem online para profesional industri musik, mendapatkan akses ke brankas demi brankas materi yang belum dirilis. Alih-alih hanya menimbun konten yang dicuri ini, Spirdark mengambil keputusan yang diperhitungkan: memonetisasinya melalui internet gelap.
Apa yang membuat skema ini sangat canggih adalah metode pembayaran. Spirdark meminta bitcoin untuk setiap transaksi, memanfaatkan anonimitas yang dipersepsikan dari cryptocurrency untuk melindungi identitasnya. Strategi ini berhasil untuk sementara waktu, tetapi analisis blockchain dan teknik penyelidikan tradisional pada akhirnya melacak pembayaran digital tersebut ke seorang individu fisik.
Adrian Kwiatkowski dan Rentetan Kejahatan Digital: 89 Artis, 1.000+ Lagu
Penyelidikan membawa pihak berwenang kepada Adrian Kwiatkowski, seorang pemuda berusia 23 tahun yang tinggal di Ipswich, Inggris. Kwiatkowski adalah individu di balik persona Spirdark, mengatur operasi pencurian dengan skala yang mengejutkan. Ketika polisi menggerebek rumahnya dan menyita tujuh perangkat, mereka menemukan skala dari perusahaan kriminalnya: lebih dari 1.000 lagu yang belum dirilis dari 89 artis yang berbeda, termasuk lagu-lagu yang dimiliki oleh superstar global Ed Sheeran.
Di antara perangkat yang disita terdapat dompet cryptocurrency yang berisi bitcoin yang telah Kwiatkowski kumpulkan melalui penjualan ilegalnya. Dua lagu Ed Sheeran yang belum dirilis telah diperdagangkan melalui jaringan ini, yang bukan hanya mewakili kerugian finansial tetapi juga pelanggaran integritas artistik dan kontrol kreatif.
Dari Pengakuan Bersalah ke Hukuman Penjara: Pertanggungjawaban Hukum
Pada Agustus 2024, Kwiatkowski muncul di Pengadilan Magistrat Ipswich dan mengakui kesalahannya atas beberapa tuduhan serius. Vonis tersebut mencakup tiga tuduhan akses komputer tanpa izin, empat belas tuduhan terkait penjualan materi berhak cipta, dua tuduhan memiliki properti kriminal, dan satu tuduhan mengubah aset yang diperoleh secara ilegal.
Detektif Konstabel Daryl Fryatt memberikan wawasan tentang kerugian yang ditimbulkan, mencatat bahwa Kwiatkowski adalah “seorang hacker yang sangat terampil” yang tindakannya “menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi beberapa artis dan perusahaan produksi mereka” sambil secara bersamaan “menghilangkan kemampuan mereka untuk merilis karya mereka sendiri.” Hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 18 bulan, mencerminkan tingkat keparahan pelanggaran dan dampaknya terhadap komunitas kreatif.
Mengapa Koneksi Dark Web-Crypto Penting untuk Penegakan Hukum
Kasus Spirdark menggambarkan tren mengkhawatirkan yang sedang aktif diperangi oleh pihak berwenang. Selama bertahun-tahun, internet gelap dan cryptocurrency telah berfungsi sebagai pasangan alami dalam memfasilitasi kegiatan ilegal, dari perdagangan narkoba hingga pencurian kekayaan intelektual. Tindakan penegakan hukum terbaru menunjukkan bahwa lembaga penegak hukum semakin canggih dalam melacak transaksi mata uang digital kembali ke pelaku di dunia nyata.
Sebuah kasus paralel menegaskan poin ini: individu lain telah dituntut karena mengoperasikan operasi perdagangan narkoba di internet gelap menggunakan cryptocurrency, menghasilkan lebih dari $6 juta dalam aset digital sebelum menghadapi konsekuensi hukum. Tuntutan ini menandakan pergeseran yang lebih luas dalam cara pihak berwenang mendekati kejahatan yang didorong oleh crypto, memanfaatkan analisis blockchain yang maju bersama dengan metode penyelidikan tradisional untuk menuntut para penjahat siber.