Jika Anda aktif berdagang di bursa cryptocurrency, pasti sudah mendengar tentang market maker. Tapi apa sebenarnya itu? Dan mengapa aktivitas mereka menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan trader ritel?



Sekarang kita akan bahas. Mulai dari yang paling penting, penyedia likuiditas bukan hanya sekadar market maker. Ini adalah konsep yang lebih luas. Dalam kategori LP termasuk pengguna biasa yang memasukkan token mereka ke dalam pool likuiditas di platform desentralisasi, investor besar, dana ventura, hedge fund, dan tentu saja, market maker sendiri. Tapi market maker adalah kasta tersendiri. Mereka adalah profesional, perusahaan, atau dana besar yang secara aktif menciptakan pasar melalui order buy dan sell yang saling bertentangan.

Perbedaannya sederhana: LP biasa secara pasif duduk di pool dan menerima komisi. Market maker secara aktif berdagang, menempatkan order, membatalkannya, berusaha mendapatkan keuntungan dari spread dan pergerakan harga. Ini adalah pendekatan yang sama sekali berbeda.

Di sinilah bagian yang paling menarik mulai. Market maker di bursa terpusat hampir selalu menandatangani NDA — perjanjian kerahasiaan. Mengapa ini penting? Karena mereka mendapatkan akses ke informasi yang tidak dilihat trader biasa. Ini termasuk volume perdagangan, order besar, aliran likuiditas, API. Bursa bisa memberi mereka biaya yang lebih rendah, prioritas saat listing token baru. Jika informasi ini bocor, bisa digunakan untuk manipulasi. Oleh karena itu, NDA bukan sekadar dokumen, melainkan perlindungan bagi bursa.

Contohnya: sedang dipersiapkan listing token baru. Market maker sudah tahu tentang likuiditas dan volume sebelumnya, dan menyiapkan strategi. Ini memberi mereka keuntungan besar dibanding yang lain.

Sekarang tentang manipulasi. Dan di sinilah mulai seru. Market maker bukan hanya orang yang menciptakan likuiditas. Mereka adalah pemain canggih dengan modal besar dan algoritma yang menggunakan beberapa teknik untuk meraup keuntungan.

Pertama — spoofing. Market maker menempatkan order besar untuk membeli, menciptakan ilusi permintaan, mendorong harga naik. Begitu pasar bereaksi, order dibatalkan, dan mereka menjual aset dengan harga lebih tinggi. Fiktif yang klasik.

Kedua — pump and dump. Sekelompok market maker secara kooridinasi menekan harga aset melalui pembelian massal, trader ritel melihat pergerakan dan ikut bergabung. Saat harga mencapai puncaknya, mereka menjual semuanya, harga jatuh, trader ritel yang tertinggal merugi.

Ketiga — hunting stop-loss. Market maker memantau level likuiditas, melihat di mana stop-loss terkumpul, dan secara sengaja menekan harga ke sana. Misalnya, jika mereka melihat banyak stop di $40.000 untuk BTC, mereka menekan harga ke sana, mengumpulkan likuiditas, lalu membalik pasar kembali. Kejam, tapi efektif.

Keempat — wash trades. Market maker secara bersamaan membeli dan menjual aset, menciptakan kesan aktivitas dan likuiditas. Ini menarik trader lain, dan market maker mendapatkan posisi menguntungkan sebelum pergerakan nyata terjadi.

Kelima — manipulasi spread. Market maker bisa mempersempit spread agar lebih banyak pembeli masuk pasar, atau melebarkannya untuk menyulitkan pembelian dan menimbulkan kepanikan.

Siapa yang berada di balik semua ini? Perusahaan khusus dengan akses ke modal besar dan teknologi canggih. Jump Trading adalah salah satu perusahaan high-frequency trading terbesar. Citadel Securities mengendalikan sebagian besar volume perdagangan. Jane Street dikenal dengan trading algoritmik. Alameda Research adalah market maker terbesar di crypto sebelum kejatuhan FTX. Seringkali, di balik market maker ada bursa itu sendiri atau pemain institusional besar yang membiayai mereka untuk menyediakan likuiditas.

Mengapa bursa membutuhkan market maker? Karena mereka menyediakan likuiditas, tanpa mereka spread akan sangat besar. Mereka menjaga harga di pasangan trading baru, mempertahankan pergerakan harga dalam batas wajar. Dan paradoksnya, mereka sekaligus menciptakan pasar dan melindunginya dari kekacauan.

Begini cara kerjanya secara praktis: bursa menyiapkan listing token baru, menandatangani kontrak dengan market maker, yang sebelumnya mendapatkan token dengan harga tetap. Saat perdagangan dibuka, market maker menempatkan order buy dan sell besar, menciptakan spread yang sempit, meredam fluktuasi tajam. Akhirnya, mereka mendapatkan keuntungan dari komisi dan selisih harga beli dan jual.

Intinya? Market maker tampak seperti stabilisator pasar, tapi sebenarnya mereka adalah pemain yang memanipulasi harga demi keuntungan sendiri. Mereka memiliki hubungan langsung dengan bursa, menandatangani NDA, bekerja dengan modal besar dan algoritma. Trader biasa sering menjadi korban manipulasi ini karena market maker memiliki keunggulan informasi dan teknologi. Pada dasarnya, mereka adalah para whale yang mengendalikan pasar dari bayang-bayang, dan sebagian besar trader ritel bahkan tidak menyadari hal ini.
BTC2,38%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan