Baru saja membaca beberapa buku yang solid tentang negosiasi akhir-akhir ini, dan jujur saja, ada kedalaman yang jauh lebih dalam dari keterampilan ini daripada yang kebanyakan orang sadari. Apakah kamu sedang mencoba menutup kesepakatan di tempat kerja atau sekadar menyampaikan pendapatmu dalam situasi pribadi, buku negosiasi yang tepat bisa benar-benar mengubah cara kamu mendekati percakapan tersebut.



Saya perhatikan bahwa buku terbaik bukan hanya teori—mereka penuh dengan contoh nyata yang benar-benar masuk akal. Seperti, Never Split the Difference karya Christopher Voss sangat menarik karena pria ini secara harfiah bernegosiasi untuk pembebasan sandera untuk FBI. Itu bukan hal hipotetis. Buku ini terjual lebih dari 5 juta kopi karena alasan tertentu, dan penekanannya pada empati dan mendengarkan aktif sebenarnya juga efektif dalam situasi sehari-hari.

Lalu ada Getting to Yes, yang mengambil sudut pandang yang sama sekali berbeda. Alih-alih memperlakukan negosiasi seperti kamu mencoba menang melawan seseorang, buku ini membalikkan skenario dan menunjukkan bagaimana menemukan solusi di mana kedua belah pihak benar-benar mendapatkan manfaat. Pendekatan kolaboratif ini adalah sesuatu yang sering diabaikan banyak orang.

Yang menarik adalah bagaimana buku tentang negosiasi telah berkembang. Ada karya klasik yang lebih tua seperti Start with No karya Jim Camp dari tahun 2002, yang cukup blak-blakan tentang bagaimana negosiasi sebenarnya bekerja—spoiler alert, dia mengatakan bahwa win-win adalah mitos. Tapi kemudian ada judul yang lebih baru seperti Be Who You Are to Get What You Want karya Damali Peterman yang membahas sesuatu yang sering diabaikan: bagaimana bias dan diremehkan mempengaruhi kekuatan negosiasi kamu.

Rentangnya cukup luar biasa. Jika kamu lebih berpikiran akademis, ada Michael Wheeler dari Harvard Law School yang berbicara tentang negosiasi sebagai eksplorasi daripada mengikuti skrip yang kaku. Jika kamu menginginkan sesuatu yang sangat praktis, Alexandra Carter dengan Ask for More memecah pertanyaan-pertanyaan tepat yang harus kamu ajukan. Untuk wanita secara khusus, Ask For It karya Linda Babcock sangat bagus karena mengakui bahwa menghindar adalah masalah nyata dan memberikan taktik langkah demi langkah yang konkret.

Jujur saja, apakah kamu di bidang bisnis, hukum, kesehatan, atau hanya berusaha menangani konflik dengan lebih baik dalam kehidupan pribadi, pasti ada buku negosiasi yang sesuai dengan situasi spesifikmu. Kuncinya adalah menemukan satu yang cocok dengan cara kamu berpikir dan beroperasi. Beberapa orang membutuhkan narasi berisiko tinggi, yang lain membutuhkan kerangka psikologis, dan beberapa hanya membutuhkan daftar periksa praktis. Kabar baiknya adalah ada banyak pilihan di luar sana untuk meningkatkan kemampuanmu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan