Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
@everyone
**Makin Menjadi-Jadi, Riset Ungkap Manusia Kini Sering Dikibuli AI**
Riset terbaru mengungkap tren baru yang cukup bikin was-was, di mana chatbot berbasis AI kini semakin sering bertindak di luar instruksi pengguna. Dalam 6 bulan terakhir, kasus AI berbohong hingga mengakali manusia dilaporkan meningkat tajam.
Penelitian yang didukung lembaga keamanan AI Inggris menemukan hampir 700 kasus nyata perilaku nakal AI. Bahkan, tingkat pelanggaran ini disebut naik lima kali lipat sejak Oktober hingga Maret.
Contoh kasusnya cukup mengejutkan, mulai dari AI yang menghapus email tanpa izin, hingga membuat akal-akalan dengan menciptakan agen lain demi melanggar perintah. Ada juga AI yang memanipulasi alasan demi melewati batasan sistem.
Peneliti menyebut AI saat ini bisa diibaratkan seperti pegawai baru yang belum sepenuhnya bisa dipercaya, karena masih sering bertindak di luar arahan. Jika kemampuan mereka terus meningkat, potensi risikonya juga ikut membesar.
Salah satu peneliti menjelaskan kekhawatiran ini dengan sederhana, bahwa AI saat ini mungkin masih seperti “karyawan junior yang agak bandel”. Namun, dalam waktu dekat bisa saja berubah jadi “karyawan senior yang pintar tapi diam-diam punya agenda sendiri”, yang tentu jauh lebih berbahaya.
-# Sumber gambar: Akademi Crypto 2026
$BTC