Saya baru saja menemukan sudut pandang menarik dari Cathie Wood tentang bitcoin dan ke mana kita menuju secara ekonomi. Pendapatnya cukup berani: dia menyatakan bahwa bitcoin justru akan berkembang dalam skenario kekacauan deflasi yang disebabkan oleh AI dan inovasi teknologi.



Itu sebenarnya cukup menarik jika dipikir-pikir. Sementara banyak ekonom tradisional khawatir tentang deflasi sebagai skenario negatif, Wood memposisikan bitcoin sebagai semacam lindung nilai terhadap tekanan deflasi tersebut. Logikanya adalah bahwa ketika deflasi melanda dan aset tradisional tertekan, aset terdesentralisasi dan langka dapat mempertahankan nilainya atau bahkan meningkat.

Yang menarik adalah bagaimana dia menghubungkan dengan AI dan inovasi. Teknologi ini menciptakan potensi kekuatan deflasi dalam ekonomi — harga barang dan jasa bisa menurun karena efisiensi. Dalam lingkungan seperti itu, bitcoin, dengan pasokan tetap dan independensinya dari kebijakan moneter tradisional, bisa mewakili jenis penyimpanan nilai yang berbeda.

Tentu saja ini tidak disetujui semua orang, tetapi ini adalah argumen serius yang semakin sering terdengar di kalangan crypto. Narasi deflasi semakin menjadi bagian dari diskusi bitcoin, terutama seiring AI mendapatkan pengaruh lebih besar terhadap ekonomi.

Seluruh artikel ini dipublikasikan oleh CoinDesk, yang cukup serius dalam pelaporan berita crypto. Mereka memiliki standar editorial yang ketat dan berusaha tetap independen, meskipun mereka bagian dari Bullish, sebuah platform aset digital. Tapi ini menunjukkan bahwa analisis semacam ini mulai dianggap serius di industri.
BTC-0,3%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan