Aplikasi manga dari Shogakukan, "Manga One," baru-baru ini mengalami skandal besar, dan seluruh komunitas manga sedang membahas hal ini. Menurut laporan, platform ini dituduh membiarkan perilaku pelecehan seksual, yang lebih parah lagi adalah mereka juga mengizinkan pelaku untuk mengganti nama pena dan terus mempublikasikan karya, tanpa adanya mekanisme pengawasan sama sekali.



Ini membuat banyak manga-ka marah. Banyak kreator mulai secara aktif meminta agar karya mereka dihapus dari platform sebagai bentuk protes nyata. Di antaranya adalah mangaka terkenal seperti Rumiko Takahashi, penulis "Ranma ½," dan Ryu Suzuki, penulis "Furilien no Sōsō," yang ajakan mereka juga memotivasi lebih banyak penulis untuk mengikuti.

Sejujurnya, kejadian seperti ini di platform manga besar memang sangat mengecewakan. Aplikasi seperti Manga One seharusnya menjadi tempat yang aman bagi para kreator, tetapi malah menjadi seperti ini, tidak heran jika menimbulkan reaksi sebesar ini. Tindakan kolektif para manga-ka ini juga mencerminkan sikap serius industri terhadap tanggung jawab platform, dan diharapkan dapat mendorong reformasi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan