Xcimer Energy Inc. mengadakan delegasi penting di fasilitas Denver-nya minggu ini, menampilkan kemajuan dalam peta jalan komersialisasi laser fusi yang ambisius. Kunjungan tersebut termasuk Menteri Energi AS Chris Wright dan Congressman Gabe Evans dari distrik ke-8 Colorado, didampingi oleh Dr. Tony Frank, Rektor Sistem Universitas Negeri Colorado.
Prototipe Phoenix Dalam Jalur Pengiriman 2026
Perusahaan telah mencapai tonggak penting dengan memulai pengujian dari apa yang mungkin menjadi laser KrF paling kuat yang dibangun abad ini. Sistem optik canggih ini akan menggerakkan prototipe “Phoenix” pulse compression—dirancang untuk menghasilkan pulsa laser yang mampu menyalakan kapsul bahan bakar fusi inertial dengan presisi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Menurut Co-founder dan CEO Xcimer Energy Conner Galloway, sistem Phoenix tetap sesuai jadwal dan dalam anggaran untuk penyelesaian pada paruh pertama 2026. Kemajuan ini merupakan langkah penting dalam strategi perusahaan untuk mengalihkan teknologi laser fusi dari demonstrasi laboratorium ke produksi energi komersial yang dapat diskalakan.
Vulcan: Perbatasan Berikutnya dalam Energi Fusi
Selain Phoenix, Xcimer sedang mengembangkan rencana untuk Vulcan, fasilitas laser fusi generasi berikutnya yang dirancang untuk mencapai output energi laser tertinggi di dunia—hingga 12 megajoule (MJ). Menggunakan amplifier laser terbesar yang pernah dibangun, Vulcan diproyeksikan akan menunjukkan titik impas rekayasa dari reaksi fusi pada tahun 2031, sebuah tonggak transformatif bagi industri fusi.
Sistem laser Vulcan akan melampaui tolok ukur internasional yang ada, termasuk fasilitas Laser Megajoule di Prancis dan fasilitas yang baru selesai di Mianyang, China, menempatkannya sebagai sistem laser paling cerah, berenergi tinggi, dan paling kuat di dunia.
Mengapa Teknologi Laser Mengungguli Alternatif Solid State
Keunggulan strategis Xcimer terletak pada arsitektur laser inovatifnya, yang mencapai biaya operasional yang jauh lebih rendah dibandingkan sistem laser solid state yang secara tradisional digunakan di lingkungan penelitian seperti National Ignition Facility. Efisiensi biaya ini membuat penerapan komersial menjadi layak secara ekonomi—faktor penting dalam perlombaan menuju energi fusi skala jaringan.
Pendekatan perusahaan menggabungkan satu-satunya metodologi fusi yang secara ilmiah terbukti melebihi titik impas energi dengan teknologi laser yang secara khusus dioptimalkan untuk skalabilitas komersial.
Kompetisi Multistate untuk Lokasi Vulcan
Xcimer sedang mengevaluasi lokasi di beberapa negara bagian untuk menjadi tuan rumah fasilitas Vulcan, dengan Colorado (markas perusahaan), Texas, New Mexico, dan California semuanya dipertimbangkan. Selain langsung mempekerjakan fisikawan, teknisi, dan staf pendukung, fasilitas ini akan mempercepat pengembangan ekonomi regional secara lebih luas melalui investasi infrastruktur dan perluasan tenaga kerja.
Komunitas dan utilitas di seluruh negeri bersaing secara agresif dengan proposal, menyadari bahwa menjadi tuan rumah Vulcan dapat menjadikan suatu wilayah sebagai pusat teknologi tinggi untuk inovasi energi, penelitian lanjutan, dan industri yang sedang berkembang—dari pusat data hingga fasilitas penelitian medis.
Kepemimpinan Fusi Amerika: Dari Laboratorium ke Realitas Komersial
Konteks sejarah menegaskan pentingnya pekerjaan Xcimer. Pada tahun 1988, peneliti dari Lawrence Livermore dan Los Alamos menunjukkan bahwa fusi inertial dapat mencapai kinerja yang relevan secara komersial. Desember 2022 menandai terobosan lain ketika National Ignition Facility mencapai titik impas ilmiah menggunakan fusi inertial laser—satu-satunya pendekatan fusi yang hingga saat ini melampaui ambang ini.
Xcimer didirikan pada tahun 2022 oleh Conner Galloway dan Alexander Valys, keduanya ahli fisika plasma yang dilatih di MIT dan sebelumnya bekerja di Los Alamos National Lab. Perusahaan kini mempekerjakan lebih dari 150 profesional, sebagian besar berbasis di Denver, dengan operasi manufaktur tambahan di Tucson, Arizona.
Dukungan Pemerintah dan Implikasi Masa Depan
Menteri Wright menekankan pentingnya nasional dari energi fusi, menyatakan bahwa ini akan “mengungkap potensi penuh Amerika dan membantu menggerakkan industri masa depan.” Rep. Evans menyoroti dimensi keamanan nasional dan ekonomi, menegaskan bagaimana teknologi fusi nuklir bersih memperkuat daya saing Amerika secara global.
Konvergensi investasi modal swasta, dukungan pemerintah, dan terobosan ilmiah yang terbukti menunjukkan bahwa komersialisasi laser fusi mungkin akan mempercepat lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Teknologi Laser Terobosan Xcimer Energy Mengagumkan Pejabat AS; Prototipe Phoenix Mendekati Penyelesaian
Xcimer Energy Inc. mengadakan delegasi penting di fasilitas Denver-nya minggu ini, menampilkan kemajuan dalam peta jalan komersialisasi laser fusi yang ambisius. Kunjungan tersebut termasuk Menteri Energi AS Chris Wright dan Congressman Gabe Evans dari distrik ke-8 Colorado, didampingi oleh Dr. Tony Frank, Rektor Sistem Universitas Negeri Colorado.
Prototipe Phoenix Dalam Jalur Pengiriman 2026
Perusahaan telah mencapai tonggak penting dengan memulai pengujian dari apa yang mungkin menjadi laser KrF paling kuat yang dibangun abad ini. Sistem optik canggih ini akan menggerakkan prototipe “Phoenix” pulse compression—dirancang untuk menghasilkan pulsa laser yang mampu menyalakan kapsul bahan bakar fusi inertial dengan presisi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Menurut Co-founder dan CEO Xcimer Energy Conner Galloway, sistem Phoenix tetap sesuai jadwal dan dalam anggaran untuk penyelesaian pada paruh pertama 2026. Kemajuan ini merupakan langkah penting dalam strategi perusahaan untuk mengalihkan teknologi laser fusi dari demonstrasi laboratorium ke produksi energi komersial yang dapat diskalakan.
Vulcan: Perbatasan Berikutnya dalam Energi Fusi
Selain Phoenix, Xcimer sedang mengembangkan rencana untuk Vulcan, fasilitas laser fusi generasi berikutnya yang dirancang untuk mencapai output energi laser tertinggi di dunia—hingga 12 megajoule (MJ). Menggunakan amplifier laser terbesar yang pernah dibangun, Vulcan diproyeksikan akan menunjukkan titik impas rekayasa dari reaksi fusi pada tahun 2031, sebuah tonggak transformatif bagi industri fusi.
Sistem laser Vulcan akan melampaui tolok ukur internasional yang ada, termasuk fasilitas Laser Megajoule di Prancis dan fasilitas yang baru selesai di Mianyang, China, menempatkannya sebagai sistem laser paling cerah, berenergi tinggi, dan paling kuat di dunia.
Mengapa Teknologi Laser Mengungguli Alternatif Solid State
Keunggulan strategis Xcimer terletak pada arsitektur laser inovatifnya, yang mencapai biaya operasional yang jauh lebih rendah dibandingkan sistem laser solid state yang secara tradisional digunakan di lingkungan penelitian seperti National Ignition Facility. Efisiensi biaya ini membuat penerapan komersial menjadi layak secara ekonomi—faktor penting dalam perlombaan menuju energi fusi skala jaringan.
Pendekatan perusahaan menggabungkan satu-satunya metodologi fusi yang secara ilmiah terbukti melebihi titik impas energi dengan teknologi laser yang secara khusus dioptimalkan untuk skalabilitas komersial.
Kompetisi Multistate untuk Lokasi Vulcan
Xcimer sedang mengevaluasi lokasi di beberapa negara bagian untuk menjadi tuan rumah fasilitas Vulcan, dengan Colorado (markas perusahaan), Texas, New Mexico, dan California semuanya dipertimbangkan. Selain langsung mempekerjakan fisikawan, teknisi, dan staf pendukung, fasilitas ini akan mempercepat pengembangan ekonomi regional secara lebih luas melalui investasi infrastruktur dan perluasan tenaga kerja.
Komunitas dan utilitas di seluruh negeri bersaing secara agresif dengan proposal, menyadari bahwa menjadi tuan rumah Vulcan dapat menjadikan suatu wilayah sebagai pusat teknologi tinggi untuk inovasi energi, penelitian lanjutan, dan industri yang sedang berkembang—dari pusat data hingga fasilitas penelitian medis.
Kepemimpinan Fusi Amerika: Dari Laboratorium ke Realitas Komersial
Konteks sejarah menegaskan pentingnya pekerjaan Xcimer. Pada tahun 1988, peneliti dari Lawrence Livermore dan Los Alamos menunjukkan bahwa fusi inertial dapat mencapai kinerja yang relevan secara komersial. Desember 2022 menandai terobosan lain ketika National Ignition Facility mencapai titik impas ilmiah menggunakan fusi inertial laser—satu-satunya pendekatan fusi yang hingga saat ini melampaui ambang ini.
Xcimer didirikan pada tahun 2022 oleh Conner Galloway dan Alexander Valys, keduanya ahli fisika plasma yang dilatih di MIT dan sebelumnya bekerja di Los Alamos National Lab. Perusahaan kini mempekerjakan lebih dari 150 profesional, sebagian besar berbasis di Denver, dengan operasi manufaktur tambahan di Tucson, Arizona.
Dukungan Pemerintah dan Implikasi Masa Depan
Menteri Wright menekankan pentingnya nasional dari energi fusi, menyatakan bahwa ini akan “mengungkap potensi penuh Amerika dan membantu menggerakkan industri masa depan.” Rep. Evans menyoroti dimensi keamanan nasional dan ekonomi, menegaskan bagaimana teknologi fusi nuklir bersih memperkuat daya saing Amerika secara global.
Konvergensi investasi modal swasta, dukungan pemerintah, dan terobosan ilmiah yang terbukti menunjukkan bahwa komersialisasi laser fusi mungkin akan mempercepat lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.