Kasus ini perlu dibahas dengan baik—pada pertengahan Januari terjadi insiden pencurian aset besar-besaran, di mana seorang pengguna mengalami penipuan dengan perangkat keras wallet. Skema lengkapnya seperti ini: penipu mengaku sebagai customer service resmi, dan secara bertahap menggunakan teknik social engineering untuk memandu pengguna menandatangani transaksi secara sukarela. Kedengarannya tidak masuk akal, tetapi hanya dengan satu langkah ini, pengguna langsung kehilangan aset kripto bernilai lebih dari 282 juta—termasuk 2,05 juta LTC dan 1459 BTC.
Yang membuat takut adalah, ini sama sekali bukan kerentanan kontrak atau kebocoran kunci pribadi yang biasa. Kunci pribadi pengguna sepenuhnya aman, perangkat keras wallet juga tidak bermasalah, masalahnya terletak pada pengguna yang terpengaruh untuk menandatangani transaksi yang jelas salah. Penipu kemudian dengan cepat mengonversi aset yang dicuri ini melalui beberapa platform pertukaran instan ke mata uang privasi XMR, yang secara signifikan meningkatkan kesulitan pelacakan dana.
Pengingat dari kejadian ini adalah: penipuan social engineering seringkali lebih berbahaya daripada teknik teknis. Customer service resmi tidak akan pernah meminta Anda secara sukarela menandatangani transaksi, apalagi dengan permintaan tanda tangan yang tidak masuk akal. Perangkat keras wallet seaman apa pun tetap harus diandalkan pada akal sehat sendiri.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
EternalMiner
· 9jam yang lalu
282M langsung hilang, makanya aku nggak pernah klik tautan asing
Lihat AsliBalas0
CexIsBad
· 9jam yang lalu
Wah, 282M hilang begitu saja, pekerja sosial benar-benar luar biasa
Lihat AsliBalas0
SocialFiQueen
· 9jam yang lalu
Aduh 282M hilang begitu saja, teknik social engineering ini benar-benar luar biasa
Dompet hardware juga tidak bisa menyelamatkan otakmu
Permintaan tanda tangan langsung ditolak, ini kan pengetahuan umum, kan?
Ini lagi social engineering, ini lagi XMR, orang-orang ini benar-benar pandai bermain
Aku curiga berapa banyak orang yang masih menekan tombol "konfirmasi"...
Lihat AsliBalas0
SurvivorshipBias
· 9jam yang lalu
282M hilang begitu saja, pekerja sosial adalah celah terbesar
Kasus ini perlu dibahas dengan baik—pada pertengahan Januari terjadi insiden pencurian aset besar-besaran, di mana seorang pengguna mengalami penipuan dengan perangkat keras wallet. Skema lengkapnya seperti ini: penipu mengaku sebagai customer service resmi, dan secara bertahap menggunakan teknik social engineering untuk memandu pengguna menandatangani transaksi secara sukarela. Kedengarannya tidak masuk akal, tetapi hanya dengan satu langkah ini, pengguna langsung kehilangan aset kripto bernilai lebih dari 282 juta—termasuk 2,05 juta LTC dan 1459 BTC.
Yang membuat takut adalah, ini sama sekali bukan kerentanan kontrak atau kebocoran kunci pribadi yang biasa. Kunci pribadi pengguna sepenuhnya aman, perangkat keras wallet juga tidak bermasalah, masalahnya terletak pada pengguna yang terpengaruh untuk menandatangani transaksi yang jelas salah. Penipu kemudian dengan cepat mengonversi aset yang dicuri ini melalui beberapa platform pertukaran instan ke mata uang privasi XMR, yang secara signifikan meningkatkan kesulitan pelacakan dana.
Pengingat dari kejadian ini adalah: penipuan social engineering seringkali lebih berbahaya daripada teknik teknis. Customer service resmi tidak akan pernah meminta Anda secara sukarela menandatangani transaksi, apalagi dengan permintaan tanda tangan yang tidak masuk akal. Perangkat keras wallet seaman apa pun tetap harus diandalkan pada akal sehat sendiri.