Trump berencana menggugat JPMorgan terkait klaim debanking, menyangkal menawarkan posisi Ketua Fed kepada Dimon, dan mengumumkan tarif baru terhadap Eropa mulai 1 Februari.
Mantan Presiden Donald Trump berencana mengajukan gugatan terhadap JPMorgan Chase. Dia mengklaim bahwa bank tersebut secara salah memutuskan hubungan dengannya setelah kerusuhan Capitol 6 Januari.
Trump percaya JPMorgan secara tidak adil “mengdebankan” dia dan mengakhiri hubungan mereka tanpa pemberitahuan yang cukup.
Gugatan ini merupakan bagian dari narasi yang lebih luas, yang disebut Trump sebagai Operasi Chokepoint 2.0.
Tuduhan hukum Trump berfokus pada keputusan JPMorgan untuk memutuskan hubungan dengannya setelah kerusuhan Capitol.
Dia berargumen bahwa keputusan tersebut bermotif politik, menargetkannya setelah peristiwa 6 Januari.
Trump menggunakan Truth Social untuk menggambarkan situasi tersebut, mengklaim bahwa hal itu “keliru” dan “tidak pantas” bagi JPMorgan untuk mengakhiri kemitraan mereka.
Namun, Trump belum memberikan bukti langsung untuk mendukung klaimnya. Dia belum merilis dokumen atau bukti lain dari perlakuan tidak adil yang diduga terjadi.
JPMorgan belum merespons secara publik terhadap tuduhan tersebut, membuat situasi menjadi lebih kompleks seiring berjalannya kasus ini.
Perselisihan hukum ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih besar tentang lembaga keuangan dan pengaruh politik mereka.
Klaim Trump terhadap JPMorgan menyoroti potensi risiko dari keputusan keuangan yang dipolitisasi. Hasil dari kasus ini bisa memiliki implikasi yang lebih luas untuk situasi serupa di masa depan.
Selain pertempuran hukumnya, Trump juga menanggapi rumor tentang Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase.
Trump menolak menawarkan posisi Ketua Federal Reserve kepada Dimon. Dia mengatakan bahwa dia tidak pernah membuat tawaran tersebut dan menolak laporan dari Wall Street Journal.
🚨POSTED🚨
Presiden Donald Trump mengatakan Jamie Dimon tidak ditawari posisi Ketua Fed.
Menyebut Wall Street Journal sebagai penerbit berita palsu.
Presiden menambahkan bahwa dia bermaksud menggugat JP Morgan Chase karena debanking dalam beberapa minggu ke depan. pic.twitter.com/7UmZ5j8SuK
— Breanna Morello (@BreannaMorello) 17 Januari 2026
Trump juga merespons tuduhan bahwa dia telah membahas tawaran posisi Menteri Keuangan kepada Dimon. Dia menolak rumor tersebut, menyebutnya palsu.
Dalam pernyataan yang sama, Trump menyatakan dukungannya terhadap Menteri Keuangan saat ini, Scott Bessent, menekankan hubungan kerja mereka.
Klarifikasi ini bertujuan untuk menjauhkan Trump dari rumor yang sedang beredar tentang kemungkinan hubungannya dengan Dimon.
Dengan menanggapi klaim palsu tersebut, Trump berusaha memperjelas keadaan. Penyangkalan ini muncul di tengah spekulasi yang meningkat tentang rencana politiknya setelah menjabat presiden.
Bacaan Terkait: Crypto Sell-Off Akan Segera Berakhir karena Bitcoin Stabil, Kata JPMorgan
Selain langkah hukumnya, Trump mengumumkan tarif baru yang dapat meningkatkan ketegangan dengan Eropa.
Mulai 1 Februari, AS akan memberlakukan tarif 10% pada barang dari beberapa negara Eropa.
Ini termasuk negara seperti Inggris, Jerman, Prancis, dan lainnya.
Trump menyatakan bahwa tarif ini akan tetap berlaku sampai tercapai kesepakatan mengenai akuisisi Greenland.
Tarif ini dimaksudkan untuk memberi tekanan kepada negara-negara Eropa agar mendukung AS dalam memperoleh Greenland, sebuah isu yang telah menyebabkan ketegangan diplomatik.
Trump memperingatkan bahwa tarif tersebut bisa meningkat menjadi 25% pada 1 Juni jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.
KETEGANGAN PERDAGANGAN KEMBALI MENGHANTAM EROPA DENGAN ULTIMATUM TARIF
AS telah memberlakukan tarif baru 10% pada negara-negara Eropa utama mulai 1 Feb.
Trump memperingatkan bahwa tarif bisa melonjak menjadi 25% pada 1 Juni jika negosiasi tentang Greenland gagal, mengembalikan ketegangan perdagangan global. pic.twitter.com/fGN2Ma98Qt— Iqbal Khan (@_iqbalkhan777) 18 Januari 2026
Waktu pengenaan tarif ini bertepatan dengan tinjauan hukum penting terhadap kekuasaan perdagangan eksekutif. Mahkamah Agung AS diharapkan akan memutuskan tentang batas kewenangan presiden dalam urusan perdagangan. Tarif baru ini bisa menimbulkan ketidakpastian lebih besar di pasar global, terutama untuk Eropa.
Keputusan hukum dan tarif Trump akan diawasi secara ketat dalam beberapa minggu mendatang. Langkah-langkah ini menyoroti upaya berkelanjutan Trump untuk menantang sistem keuangan dan politik.
Hasil dari tindakan ini akan bergantung pada putusan hukum dan negosiasi internasional.