Bear Market Makna Mendalam
Banyak investor yang pernah mendengar kata "bear market", tetapi tidak banyak yang benar-benar memahami maknanya. Secara sederhana, bear market adalah kondisi pasar di mana indeks saham utama turun lebih dari 20% dari puncaknya. Di balik definisi yang tampaknya sederhana ini, terkandung prinsip ekonomi dan faktor psikologis yang kompleks.
Menurut definisi dari Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat, ketika sebagian besar indeks saham turun 20% atau lebih dalam dua bulan, maka dapat dikatakan bahwa pasar memasuki kondisi bear. Tetapi makna bear market jauh lebih dari itu—ia mewakili keruntuhan sistematis kepercayaan pasar, bukan sekadar koreksi teknis jangka pendek.
Perlu dibedakan bahwa koreksi pasar (Correction) adalah penurunan harga saham dari puncaknya sebesar 10%–20%, yang termasuk fluktuasi jangka pendek dengan frekuensi yang lebih tinggi. Sebaliknya, bear market adalah reaksi resesi yang lebih berkepanjangan, yang berdampak mendalam pada psikologi investor dan alokasi aset.
Empat tanda utama datangnya bear market
Tanda pertama: Akumulasi gelembung harga aset