Dalam investasi cryptocurrency, perhitungan imbal hasil adalah faktor utama yang menentukan keuntungan investasi. Investor sering menghadapi dua konsep penting: Tingkat Bunga Tahunan (APR) dan Tingkat Pengembalian Tahunan (APY). Kedua istilah ini tampaknya mirip, tetapi sebenarnya mewakili logika perhitungan imbal hasil yang sama sekali berbeda, terutama saat melibatkan bunga majemuk, perbedaannya menjadi lebih jelas. Artikel ini akan mengupas secara mendalam perbedaan esensial antara APR dan APY, membantu Anda memahami prinsip matematika di balik indikator ini, serta bagaimana menerapkannya dengan benar dalam berbagai investasi crypto seperti staking, pinjaman, dan liquidity mining.
Mengapa investor harus membedakan antara APR dan APY?
Sebagai investor cryptocurrency, memahami secara akurat perbedaan kedua indikator ini secara langsung mempengaruhi kualitas pengambilan keputusan investasi Anda. Meskipun APR dan APY keduanya menunjukkan pengembalian tahunan, logika perhitungannya sangat berbeda. APR menggunakan perhitungan bunga sederhana, sementara APY mengintegrasikan efek bunga majemuk, dalam hal bunga majemuk per minggu, per bulan, atau per tahun, perbedaan ini akan menjadi lebih nyata.